UIN SAIZU Purwokerto
Mahasiswa UIN Saizu Raih Bronze BEC 2026, Angkat Isu Akses Beasiswa Desa
UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto raih bronze BEC 2026 lewat inovasi “Pusaka Desa” atasi kesenjangan akses beasiswa desa-kota.
Penulis: Adi Tri | Editor: abduh imanulhaq
TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO- Prestasi membanggakan kembali diraih mahasiswa UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto.
Tim mahasiswa terdiri atas Yusuf Maulana, Tubagus Naufal Ramadhan dan Solihah Indah Utami sukses meraih bronze medal dalam ajang Bandung Essay Competition (BEC) 2026 kategori pendidikan.
Kompetisi tingkat nasional tersebut diselenggarakan oleh komunitas RISKI (Ruang Inovasi Sains dan Karya Ilmiah) bekerja sama dengan Politeknik TEDC Bandung pada April 2026.
Ajang ini diikuti mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia yang menghadirkan gagasan inovatif di bidang pendidikan dan sosial.
Dalam kompetisi tersebut, Yusuf bersama timnya mengangkat isu kesenjangan akses informasi beasiswa antara wilayah perkotaan dan pedesaan.
Menurutnya, persoalan ini masih menjadi hambatan besar bagi pelajar di daerah pelosok untuk memperoleh kesempatan pendidikan yang lebih baik.
“Di daerah pedesaan, informasi beasiswa masih belum merata, baik dari segi akses maupun pemahaman cara mendaftarnya. Sementara di perkotaan, aksesnya jauh lebih mudah dan cepat,” ujar Yusuf.
Sebagai bentuk solusi atas persoalan tersebut, Yusuf dan tim menghadirkan inovasi berupa platform digital bernama “Pusaka Desa”.
Platform berbasis website itu dirancang sebagai pusat informasi beasiswa yang mudah diakses masyarakat.
Melalui platform tersebut, pengguna dapat memperoleh informasi lengkap terkait jenis-jenis beasiswa, persyaratan administrasi, hingga panduan pendaftaran yang disusun secara sederhana dan mudah dipahami.
Yusuf menjelaskan, inovasi tersebut lahir dari keresahan terhadap minimnya literasi digital dan keterbatasan akses teknologi di sejumlah wilayah pedesaan.
Ia berharap platform itu mampu membantu pelajar desa memperoleh kesempatan yang sama dalam mengakses pendidikan tinggi.
Ajang Bandung Essay Competition 2026 berlangsung dalam beberapa tahapan seleksi.
Pada tahap awal, seluruh peserta diwajibkan mengirimkan karya esai secara daring sebelum memasuki proses penilaian oleh dewan juri.
Setelah dinyatakan lolos, para finalis kemudian diundang untuk mempresentasikan gagasan mereka secara langsung di Bandung.
“Alhamdulillah, kami lolos ke tahap final dan berkesempatan mempresentasikan ide secara offline di hadapan dewan juri,” jelasnya.
Dalam kompetisi ini, Yusuf berkolaborasi bersama Tubagus Naufal Ramadhan dan Solihah Indah Utami.
Ketiganya membagi tugas secara mandiri selama proses penyusunan esai hingga presentasi final.
Mereka juga melakukan konsultasi dengan dosen pada tahap akhir sebagai bagian dari proses brainstorming dan penyempurnaan materi presentasi.
Ketertarikan Yusuf mengikuti kompetisi ilmiah bermula dari minatnya di bidang kepenulisan dan riset sejak semester tiga perkuliahan.
Baginya, lomba bukan hanya sekadar ajang meraih penghargaan, tetapi juga ruang untuk melatih kemampuan berpikir kritis dan menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat.
Ia mengungkapkan, tidak ada strategi khusus untuk meraih kemenangan.
Namun, dirinya bersama tim fokus melakukan riset mendalam serta mempelajari karakteristik esai yang berpotensi menjadi juara.
“Kami berusaha membuat judul yang menarik dan memiliki urgensi, serta menawarkan inovasi yang relevan agar bisa menarik perhatian juri sejak awal,” ungkap Yusuf.
Selain kerja keras tim, Yusuf juga menilai dukungan orang tua dan lingkungan sekitar menjadi faktor penting di balik pencapaiannya.
Ia mengaku selalu meminta restu orang tua sebelum mengikuti berbagai kompetisi dan mendapat dukungan penuh dari teman-teman kelasnya.
Ke depan, Yusuf berharap inovasi “Pusaka Desa” dapat terus dikembangkan sehingga mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan pemerataan akses informasi beasiswa di daerah pelosok.
Ia juga berharap semakin banyak mahasiswa yang berani mengembangkan ide kreatif dan inovatif untuk menjawab persoalan sosial di lingkungan sekitar. (***)
| Mengenal FTIK UIN Saizu: Sejarah, Prodi Unggulan, dan Akreditasi Unggul |
|
|---|
| UKT Camaba UIN Saizu Jalur SPAN-PTKIN 2026 Diumumkan, Ini Jadwal Sanggah dan Pembayarannya |
|
|---|
| Rektor UIN Saizu Purwokerto Jadi Pembicara Talkshow Inspiring Leader di UIN Datokarama Palu |
|
|---|
| Tanggal 2 Mei: Sebuah Pertanyaan yang Belum Selesai Antara Pendidikan dan Kebudayaan Nusantara |
|
|---|
| ICONTREES 2026 Digelar di UIN Saizu Purwokerto, Bahas Ekoteologi hingga Keberlanjutan Global |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260505_prestasi_uinsaizu.jpg)