Senin, 11 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

UIN SAIZU Purwokerto

UI GreenMetric Gelar Service Package 2nd Meeting di UIN Saizu Purwokerto, Bahas Kampus Hijau

UI GreenMetric evaluasi penguatan kampus hijau UIN Saizu Purwokerto melalui program berkelanjutan dan efisiensi lingkungan.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Adi Tri | Editor: abduh imanulhaq
IST
UI GreenMetric evaluasi penguatan kampus hijau UIN Saizu Purwokerto melalui program berkelanjutan dan efisiensi lingkungan. 

“Perlu ada SOP atau kerja sama pengangkutan sampah dengan pihak swasta maupun dinas lingkungan hidup setempat, termasuk bukti monitoring dari pejabat yang berwenang,” jelasnya. 

Retno juga menyoroti pentingnya program pengelolaan air berkelanjutan, seperti pemanfaatan air hujan untuk kebutuhan wudu dan mencuci, penggunaan toilet hemat air, hingga pengujian kualitas air untuk mengendalikan kontaminasi.

Selain itu, kolaborasi internasional terkait program lingkungan diminta untuk direkap dalam bentuk tabel agar lebih mudah dibaca dan terdokumentasi.

Dari hasil evaluasi tersebut, UI GreenMetric menilai program GreenMetric UIN Saizu sudah berjalan baik, meskipun masih membutuhkan pelengkapan berbagai indikator pendukung. 

Sebagai referensi, Retno menampilkan sejumlah kampus dalam dan luar negeri seperti University of Groningen dan Universitas Gadjah Mada yang dinilai berhasil menerapkan dokumentasi GreenMetric secara optimal dan dapat dijadikan best practice.

Dalam forum tersebut, Kaprodi Ilmu Lingkungan UIN Saizu Purwokerto, Gangsar Edi Laksono mengungkapkan bahwa sejumlah data masih dalam tahap pelengkapan, termasuk klasifikasi area terbuka dan area terbangun yang saat ini dilakukan menggunakan teknologi drone.

Dia juga menyampaikan bahwa monitoring penggunaan air hemat energi serta data alat penghemat energi masih dalam proses pendataan, termasuk pengelolaan limbah kampus.

Sementara itu, Prof. Sulkhan turut menyampaikan bahwa lahan hijau milik kampus di wilayah Kaliori Banyumas dan Karangjengkol Purbalingga yang ditanami pohon balsa dan stevia dapat dimasukkan sebagai data dukung GreenMetric. 

Usulan tersebut diperkuat oleh Prof. Ridwan yang menyebut keberadaan tanah hibah dari pemerintah kabupaten serta penanaman 25 pohon langka oleh para guru besar sebagai laboratorium Program Studi Ilmu Lingkungan juga menjadi indikator penting kawasan hijau kampus.

“Sekitar 60 persen lahan milik kampus sangat memungkinkan dikategorikan sebagai area hijau,” tegasnya.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi mengenai analisis konservasi, termasuk potensi kebun balsa dan kawasan Karangjengkol sebagai data pendukung GreenMetric, meskipun berada di luar area utama kampus.

Selain itu, jenis tanaman yang dibudidayakan juga dinilai dapat menjadi bagian dari indikator konservasi lingkungan kampus. (***)

Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved