Rabu, 13 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Unsoed

UPL MPA Unsoed Asah Survival dan Observasi Lewat Simulasi Jelajah Rawa

Unit Pandu Lingkungan Mahasiswa Pecinta Alam (UPL MPA) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) menggelar simulasi pendidikan

Tayang:
Penulis: Adi Tri | Editor: abduh imanulhaq
IST
Unit Pandu Lingkungan Mahasiswa Pecinta Alam (UPL MPA) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) menggelar simulasi pendidikan lanjutan berupa penjelajahan rawa pada 1–3 Mei 2026 di kawasan rawa Tritih Kulon, Cilacap. 

TRIBUNJATENG.COM, CILACAP - Unit Pandu Lingkungan Mahasiswa Pecinta Alam (UPL MPA) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) menggelar simulasi pendidikan lanjutan berupa penjelajahan rawa pada 1–3 Mei 2026 di kawasan rawa Tritih Kulon, Cilacap.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan keterampilan penjelajahan rawa, survival, serta observasi flora dan fauna.

Simulasi diikuti enam anggota tim yang dipimpin Gael Gellet bersama Ibnu Syahrizal Shadzimin, Habib Manarul Huda, Marelyne Shinta, Ihsaan Hanafi, dan Inayati Hasanah.

20260512_unsoed111096777
Unit Pandu Lingkungan Mahasiswa Pecinta Alam (UPL MPA) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) menggelar simulasi pendidikan lanjutan berupa penjelajahan rawa pada 1–3 Mei 2026 di kawasan rawa Tritih Kulon, Cilacap.

Dalam kegiatan tersebut, peserta melakukan navigasi medan rawa dengan memanfaatkan kompas bidik, orientasi medan, protaktor, dan GPS untuk menentukan titik tujuan berdasarkan peta.

Gael menjelaskan bahwa penjelajahan dilakukan menggunakan dua teknik, yakni penjelajahan basah saat air pasang dan penjelajahan kering ketika air surut.

“Teknik penjelajahan basah saat pasang datang tidak terlalu menghabiskan banyak tenaga karena dibantu tekanan air sebagai sumber tenaga untuk bergerak.

Sedangkan saat surut, peserta harus melewati lumpur untuk mencapai target navigasi,” ujarnya.

Selain latihan navigasi dan survival, peserta juga memanfaatkan sumber daya alam sekitar sebagai bagian dari pembelajaran lapangan. Beberapa Totog (Geloina expansa) dan Keong Bakau (Telescopium telescopium) diolah menjadi santapan malam sederhana bersama nasi hangat.

“Pengolahannya cukup sederhana, direbus menggunakan air garam hingga matang, kemudian dibersihkan sebelum dikreasikan menjadi hidangan,” jelas Gael.

20260512_unsoed48307566667
Buah Nipah (Nypa fruticans)

Tim juga menemukan buah Nipah (Nypa fruticans) matang yang dimanfaatkan sebagai makanan penutup. Pada malam hari, peserta melakukan pengamatan serangga menggunakan yellow trap yang dipasang pada pohon Avicennia di sekitar lokasi peristirahatan.

Kegiatan simulasi pendidikan lanjutan ini menjadi bagian dari upaya UPL MPA Unsoed dalam meningkatkan kemampuan anggota di bidang penjelajahan, observasi, survival, serta karakterisasi botani dan zoologi di ekosistem rawa. Melalui kegiatan tersebut, peserta diharapkan mampu memahami tantangan sekaligus kekayaan biodiversitas kawasan lahan basah.(***)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved