UIN SAIZU Purwokerto
Pojok Penginyongan Didorong Jadi Pusat Edukasi Budaya Lokal
Pegiat budaya apresiasi Pojok Penginyongan UIN Saizu sebagai ruang literasi dan pelestarian budaya Banyumasan.
Penulis: Adi Tri | Editor: abduh imanulhaq
TRIBUNJATENG.COM. PURWOKERTO - Keberadaan Pojok Penginyongan di UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto mendapat apresiasi dari para pegiat budaya Banyumas dan sekitarnya.
Apresiasi tersebut muncul saat mereka mengunjungi fasilitas budaya yang berada di lingkungan UPT Perpustakaan UIN Saizu, Rabu (20/5/2026).
Kegiatan kunjungan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Focus Group Discussion (FGD) Identitas Atribut Penginyongan Tahun 2026 yang diselenggarakan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Saizu di Ruang Sidang Senat Gedung Rektorat Lantai 4.
FGD menghadirkan para akademisi, budayawan, dan pegiat budaya dari Banyumas Raya, termasuk perwakilan Dinas Kebudayaan Kabupaten Brebes, Cilacap, dan Banjarnegara.
Dalam kunjungan tersebut, peserta diajak berkeliling melihat berbagai koleksi budaya lokal bersama Budayawan dan Dosen UIN Saizu Prof. (HC). Dr. Dimas Indianto S dan Kepala Pusat Kajian dan Pengembangan Budaya Panginyongan Dr. Rahman Affandi.
Para peserta tampak antusias mengamati berbagai koleksi yang tersedia di Pojok Penginyongan.
Mereka juga memberikan berbagai masukan dan kritik konstruktif terkait pengembangan fasilitas tersebut agar semakin lengkap sebagai pusat literasi budaya Banyumasan.
Pojok Penginyongan UIN Saizu merupakan fasilitas khusus di bawah UPT Perpustakaan yang berfungsi sebagai pusat informasi, kajian, dan pelestarian budaya lokal Banyumasan atau Penginyongan.
Keberadaan fasilitas ini tergolong unik karena jarang ditemukan di lingkungan perpustakaan perguruan tinggi lainnya.
Dalam perkembangannya, layanan ini terus dikembangkan menjadi Penginyongan Museo Library, yakni konsep museum sekaligus perpustakaan budaya Penginyongan yang menyimpan berbagai dokumentasi dan kekayaan budaya lokal.
Beragam koleksi tersedia di fasilitas tersebut, mulai dari manuskrip kuno, miniatur perlengkapan begalan, alat rumah tangga tradisional, senjata tradisional, pakaian adat, hingga koleksi audiovisual yang mendokumentasikan kehidupan sosial dan adat masyarakat Banyumasan.
Selain itu, tersedia pula berbagai buku dan literatur mengenai sejarah, bahasa ngapak, sosial, serta kesenian masyarakat Penginyongan.
Salah satu peserta dari Paguyuban GORAMAS Banyumas, Sukirlan, mengapresiasi keberadaan Pojok Penginyongan sebagai sarana edukasi budaya bagi generasi muda.
“Setelah saya melihat Pojok Penginyongan ini, bagus sekali untuk edukasi para pemuda dan generasi milenial. Bahkan mungkin siswa SMP dan SMA perlu ada kunjungan ke sini sehingga mereka tahu apa itu Penginyongan,” ujarnya.
Dia juga berharap koleksi budaya yang ada di Pojok Penginyongan dapat terus dilengkapi agar semakin representatif dalam menggambarkan budaya Banyumasan.
| Rektor UIN Saizu: Pengabdian Akademik Merupakan Arena Perjuangan di Era Kontemporer |
|
|---|
| UIN Saizu Gelar Upacara Hari Kebangkitan Nasional 2026, Teguhkan Semangat Jaga Tunas Bangsa |
|
|---|
| Sabet Dua Medali Emas, Dwi Puspitasari Ukir Prestasi Nasional untuk UIN Saizu Purwokerto |
|
|---|
| UIN Saizu Kerja Sama dengan Pemkab Brebes, Bahas Beasiswa hingga Program Satu Desa Satu Sarjana |
|
|---|
| Prodi Magister KPI Pascasarjana UIN Saizu Raih Akreditasi Unggul |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260520-upt-saizu.jpg)