Selasa, 2 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Pendidikan

Anak Jatuh Jangan Langsung Panik! Begini Seharusnya Reaksi Orang Tua yang Benar

Pernahkah Anda memperhatikan bahwa saat anak terjatuh, mereka sering terdiam sejenak sebelum memutuskan untuk menangis?

Tayang:
Penulis: Raf | Editor: raka f pujangga
via Intisari
Ilustrasi anak - Pernahkah Anda memperhatikan bahwa saat anak terjatuh, mereka sering terdiam sejenak sebelum memutuskan untuk menangis? 

TRIBUNJATENG.COM - Pernahkah Anda memperhatikan bahwa saat anak terjatuh, mereka sering terdiam sejenak sebelum memutuskan untuk menangis?

Dokter spesialis anak, dr. Miza Afrizal, Sp.A., mengungkapkan fakta menarik bahwa reaksi anak saat terjatuh sebenarnya sangat bergantung pada respons lingkungan di sekitarnya.

Jika orang dewasa di sekitar menunjukkan kepanikan yang berlebihan, anak akan menangkap sinyal bahwa situasi tersebut berbahaya, sehingga rasa takut dan tangisan pun pecah.

Baca juga: Kucing Terjatuh ke Sumur Sedalam 8 Meter di Banyumas Diselamatkan Damkar

Padahal secara medis, benturan yang dialami anak sering kali tidak sesakit yang dibayangkan, dan sikap tenang orang tua justru menjadi kunci penting bagi anak untuk belajar mengelola emosinya sendiri tanpa rasa takut yang tidak perlu.

“Sebagian besar, respons anak itu ditentukan respons orang di sekitarnya,” kata dr. Miza dalam acara Serunya Parenting #PakeYangBening di Mall Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Jumat (5/12/2025).

Anak mengamati lingkungan sebelum bereaksi

Menurut dr. Miza, ada pola yang hampir selalu sama ketika anak terjatuh

Anak biasanya tidak langsung menangis, melainkan berhenti sejenak dan melihat ke sekelilingnya. 

“Anak kalau jatuh, yang pertama dilakukan adalah dia melihat dulu orang di sekitarnya, responsnya gimana,” ujar dr. Miza.

Jika orang dewasa di sekitarnya terlihat panik, teriak, atau menunjukkan ekspresi cemas berlebihan, anak akan menangkap sinyal situasi tersebut berbahaya. 

Akibatnya, rasa takut anak meningkat dan tangisan pun muncul. 

“Tadinya dia enggak terlalu takut, tapi begitu melihat orang dewasa panik, dia jadi takut,” jelasnya.

Sebaliknya, jika orang di sekitarnya tetap tenang, anak cenderung ikut tenang dan dapat menilai situasi dengan lebih objektif. 

Jatuhnya anak sering tidak sesakit yang dibayangkan Secara medis, dr. Miza menjelaskan anak sering kali tidak mengalami rasa sakit seberat yang dialami orang dewasa saat terjatuh.

Salah satu alasannya berkaitan dengan perbedaan tinggi badan dan gaya benturan yang diterima tubuh. 

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved