Berita Pendidikan
Anak Jatuh Jangan Langsung Panik! Begini Seharusnya Reaksi Orang Tua yang Benar
Pernahkah Anda memperhatikan bahwa saat anak terjatuh, mereka sering terdiam sejenak sebelum memutuskan untuk menangis?
Penulis: Raf | Editor: raka f pujangga
TRIBUNJATENG.COM - Pernahkah Anda memperhatikan bahwa saat anak terjatuh, mereka sering terdiam sejenak sebelum memutuskan untuk menangis?
Dokter spesialis anak, dr. Miza Afrizal, Sp.A., mengungkapkan fakta menarik bahwa reaksi anak saat terjatuh sebenarnya sangat bergantung pada respons lingkungan di sekitarnya.
Jika orang dewasa di sekitar menunjukkan kepanikan yang berlebihan, anak akan menangkap sinyal bahwa situasi tersebut berbahaya, sehingga rasa takut dan tangisan pun pecah.
Baca juga: Kucing Terjatuh ke Sumur Sedalam 8 Meter di Banyumas Diselamatkan Damkar
Padahal secara medis, benturan yang dialami anak sering kali tidak sesakit yang dibayangkan, dan sikap tenang orang tua justru menjadi kunci penting bagi anak untuk belajar mengelola emosinya sendiri tanpa rasa takut yang tidak perlu.
“Sebagian besar, respons anak itu ditentukan respons orang di sekitarnya,” kata dr. Miza dalam acara Serunya Parenting #PakeYangBening di Mall Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Jumat (5/12/2025).
Anak mengamati lingkungan sebelum bereaksi
Menurut dr. Miza, ada pola yang hampir selalu sama ketika anak terjatuh.
Anak biasanya tidak langsung menangis, melainkan berhenti sejenak dan melihat ke sekelilingnya.
“Anak kalau jatuh, yang pertama dilakukan adalah dia melihat dulu orang di sekitarnya, responsnya gimana,” ujar dr. Miza.
Jika orang dewasa di sekitarnya terlihat panik, teriak, atau menunjukkan ekspresi cemas berlebihan, anak akan menangkap sinyal situasi tersebut berbahaya.
Akibatnya, rasa takut anak meningkat dan tangisan pun muncul.
“Tadinya dia enggak terlalu takut, tapi begitu melihat orang dewasa panik, dia jadi takut,” jelasnya.
Sebaliknya, jika orang di sekitarnya tetap tenang, anak cenderung ikut tenang dan dapat menilai situasi dengan lebih objektif.
Jatuhnya anak sering tidak sesakit yang dibayangkan Secara medis, dr. Miza menjelaskan anak sering kali tidak mengalami rasa sakit seberat yang dialami orang dewasa saat terjatuh.
Salah satu alasannya berkaitan dengan perbedaan tinggi badan dan gaya benturan yang diterima tubuh.
| Calon Tunggal Rektor UPGRIS Paparkan Visi Berkelanjutan, Siapkan Lompatan Baru |
|
|---|
| Muhamka Creative Day 2026, Saat Kreativitas Siswa Jadi Modal Menjemput Masa Depan |
|
|---|
| Kisah Ghania, Bocah SD Peraih Juara Lomba Ketapel di Festival Dolanan Anak Unnes Semarang |
|
|---|
| Kemendikti Resmi Ubah Nama Prodi Teknik Jadi Rekayasa, Apakah Wajib? |
|
|---|
| Jejak Sejarah Lomba Cerdas Cermat di Indonesia, Mengapa Tetap Relevan Hingga Kini? |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ilustrasi-anakjkk.jpg)