Pendidikan
Sekolah Manfaatkan Permainan Tradisional Untuk Meningkatkan Bonding Orang Tua dan Siswa
Di era digital yang membuat tatap muka semakin minim, waktu bersama dengan orang terdekat menjadi krusial.
Penulis: Val | Editor: rival al manaf
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Di era digital yang membuat tatap muka semakin minim, waktu bersama dengan orang terdekat menjadi krusial.
Bermain bersama, memnghabiskan waktu dengan kegiatan yang mampu meningkatkan bonding menjadi sesuatu yang perlu dilakukan.
Kegiatan seperti Family Day, sebagai ajang kebersamaan antara sekolah dengan orang tua dan siswa disebut bisa mempererat hubungan antar mereka di bidang pendidikan.
Baca juga: Tabrakan Keras Vario Vs Smash Tewaskan 1 Pengendara dan Lukai 2 Lainnya
Baca juga: Perkuat Literasi Keuangan sejak Dini, BI Tegal Luncurkan Buku Cerita Anak tentang Inflasi
Oleh karena itu, Sekolah Ciputra Kasih Semarang mengajak orangtua dan siswa untuk berkegiatan bersama pada Sabtu (23/5/2026).
"Dalam Family Day, sekolah mengangkat tema budaya Kota Semarang," kata Vincencia Harsanti,Kepala Sekolah Ciputra Kasih.
Acara diawali dengan iring iringan warak ngendog sebagai simbol budaya khas Semarang.
Selain itu, peserta juga diajak mengikuti tujuh pos permainan tradisional seperti bola bekel, dakon, dan engklek.
Orangtua bersama siswa berbaur bersama dalam permainan tradisional.
Para orangtua bernostalgia, sedangkan bagi siswa ini bisa jadi hal baru.
Dimomen itulah kebersamaan antara siswa dan orangtua terjalin.
Sekolah juga menyediakan permainan berbasis smart board untuk mengenalkan lokasi bersejarah dan ikon Kota Semarang kepada siswa dan orang tua.
"Momen ini kami harapkan dapat menjadi sarana mempererat hubungan antara sekolah, siswa, dan orang tua sekaligus mengenalkan budaya lokal kepada generasi muda," imbuhnya.
Dalam kesempatan yang sama orangtua siswa juga ditunjukkan gedung baru tahap kedua sebagai upaya memperluas kapasitas belajar, khususnya untuk jenjang SMA.
Gedung baru tersebut memiliki 12 ruang kelas dengan kapasitas total mencapai 360 siswa.
School General Manager 2, Fenny Sukamto SPsi MM menyebutkan, pembangunan gedung baru dilakukan karena kapasitas ruang belajar di gedung lama sudah penuh seiring meningkatnya jumlah siswa dalam empat tahun terakhir sejak sekolah mulai beroperasi.
| Inovasi AI Mahasiswa Undip Permudah Komunikasi Penyandang Disabilitas |
|
|---|
| Kampus Swasta di Semarang Beda Sikap soal Pengelolaan Dapur MBG |
|
|---|
| Bersholawat di Kampus Jadi Cara Mengintegrasikan Ilmu Pengetahuan dengan Nilai-nilai Islam |
|
|---|
| Angka Karir Missmatch di Indonesia Masih Tinggi, Ini Tips Memilih Program Studi Perguruan Tinggi |
|
|---|
| Canggih! Robot Kecoak Undip Mampu Kirim Data Korban Bencana dari Balik Reruntuhan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/FAMILY-DAY-Orangtua-dan-siswa.jpg)