Jumat, 29 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

UIN Walisongo Semarang

Laya Lia, Anak Petani Lereng Gunung, Jadi Wisudawan Terbaik UIN Walisongo Lewat Riset Adas

Di balik toga dan senyum bahagia prosesi Wisuda Periode Mei 2026, ada kisah tentang ketekunan, kesederhanaan

Tayang:
Penulis: Adi Tri | Editor: abduh imanulhaq
IST
Laya Lia Rian Afriani, mahasiswa Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi (FST), yang dipercaya menjadi wisudawan terbaik fakultas pada prosesi wisuda Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang yang digelar Sabtu (23/5/2026) di Auditorium II Kampus III Gedung Tgk Ismail Yaqub. 

Ada masa ketika kelelahan fisik dan mental membuatnya ingin menyerah. Namun setiap kali itu datang, Lia kembali mengingat perjuangan orang tua dan tujuan awalnya.

“Saya selalu ingat bahwa setiap kesulitan pasti ada jalan keluarnya,” katanya.

Dari pengalaman itulah ia belajar bahwa rasa takut bukan sesuatu yang harus dihindari, melainkan diterima sebagai bagian dari proses bertumbuh.

Jika bisa kembali ke masa mahasiswa baru, pesan pertama yang ingin ia katakan pada dirinya sendiri sederhana tetapi penuh makna: tidak apa-apa merasa takut.

“Yang penting terus belajar, terus mencoba, dan jangan terlalu keras pada diri sendiri,” ujarnya.
Membawa Ilmu sebagai Amanah

Sebagai mahasiswa Biologi di kampus yang mengusung konsep Unity of Sciences, Lia mengaku belajar melihat ilmu pengetahuan dan nilai spiritual sebagai dua hal yang saling melengkapi.

Baginya, ilmu bukan sekadar alat akademik, tetapi amanah yang harus membawa manfaat.

“Semakin tinggi ilmu seseorang, harus semakin besar juga kontribusinya bagi masyarakat,” katanya.

Kini, setelah menyelesaikan studi sarjana, Lia berencana bekerja terlebih dahulu sambil mempersiapkan diri melanjutkan studi magister dan mencari peluang beasiswa.

Kepada adik tingkat di UIN Walisongo Semarang, Lia menitipkan pesan sederhana namun kuat: jangan takut bermimpi besar dan jangan takut gagal.

“Belajarlah dengan sungguh-sungguh, tetapi jangan lupa bertumbuh menjadi manusia yang rendah hati dan peduli sekitar,” pesannya.

Kisah Laya Lia Rian Afriani menunjukkan bahwa wisudawan terbaik tidak selalu lahir dari ambisi besar sejak awal.

Kadang, ia tumbuh dari anak petani sederhana yang tekun belajar, berani menghadapi rasa takut, dan percaya bahwa ilmu harus membawa manfaat yang lebih luas daripada sekadar angka di lembar transkrip.(***)

Halaman 3/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved