Rabu, 3 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

UIN SAIZU Purwokerto

UIN Saizu dan USIM Malaysia Bahas Dakwah Nusantara serta Publikasi Ilmiah Bereputasi

Pascasarjana UIN Saizu dan USIM Malaysia memperkuat kolaborasi global melalui seminar dakwah Nusantara dan publikasi ilmiah.

Tayang:
Penulis: Adi Tri | Editor: abduh imanulhaq
IST
Pascasarjana UIN Saizu dan USIM Malaysia memperkuat kolaborasi global melalui seminar dakwah Nusantara dan publikasi ilmiah. 

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO- Pascasarjana UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto terus memperluas jejaring akademik internasional melalui penyelenggaraan International Seminar and Intellectual Discourse yang digelar pada Selasa (2/6/2026).

Kegiatan ini mempertemukan akademisi dari Indonesia dan Malaysia untuk membahas pengembangan dakwah Nusantara serta penguatan budaya publikasi ilmiah di perguruan tinggi. Seminar berlangsung di Ruang Ujian Doktoral Pascasarjana UIN Saizu.

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 80 mahasiswa Pascasarjana serta sejumlah mahasiswa internasional yang sedang menempuh pendidikan di kampus tersebut. Turut hadir Direktur Pascasarjana UIN Saizu, Prof. Moh. Roqib, Wakil Direktur Pascasarjana Dr. Attabik, Kepala International Office UIN Saizu Dr. Muhammad Sobirin, serta delegasi akademisi dari Universiti Sains Islam Malaysia (USIM).

Empat dosen USIM yang menjadi narasumber yakni Dr. M. Khoiri Mahyuddin, Dr. Mashitah Sulaiman, Dr. Nik Suhaida Nik A. Majid, dan Dr. Suhailiza Md. Hamdani. Dari pihak UIN Saizu hadir Ketua Program Studi Magister Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Prof. Khusnul Khotimah dan Sekretaris Program Studi Magister KPI Dr. Musta’in.

Seminar internasional tersebut mengusung dua tema utama, yakni Da’wah and Human Development in Nusantara dan Academic Writing and Publishing. Melalui dua tema tersebut, penyelenggara berupaya memperkuat diskursus akademik mengenai peran dakwah dalam pembangunan masyarakat.

Ini sekaligus meningkatkan kapasitas sivitas akademika dalam menghasilkan karya ilmiah berkualitas yang mampu menembus jurnal bereputasi nasional maupun internasional. Kegiatan ini juga menjadi ruang bertukar gagasan antara akademisi Indonesia dan Malaysia dalam merespons berbagai tantangan masyarakat kontemporer melalui pendekatan dakwah yang relevan dan berbasis riset.

Dalam sambutannya, Dr. Mashitah Sulaiman menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan UIN Saizu kepada delegasi USIM selama berada di Purwokerto. Menurutnya, hubungan kedua institusi tidak hanya sebatas kerja sama akademik, tetapi juga dilandasi kedekatan budaya dan sejarah sebagai bangsa serumpun di kawasan Asia Tenggara.

"Kami mengucapkan terima kasih atas sambutan yang sangat baik dari UIN Saizu. Kami tidak hanya diterima sebagai tamu, tetapi juga sebagai saudara serumpun. Kehadiran kami di sini adalah untuk saling menimba ilmu dan memperkuat kerja sama akademik," ujarnya.

Dia berharap pertemuan tersebut dapat melahirkan kolaborasi yang lebih konkret, terutama dalam bidang penelitian dan publikasi ilmiah bersama. Menurutnya, hasil kajian yang dihasilkan akademisi tidak seharusnya berhenti di ruang seminar, melainkan perlu dipublikasikan dan disebarluaskan kepada masyarakat agar memberikan manfaat yang lebih luas.

"Kami berharap hasil dari kegiatan ini dapat diwujudkan dalam publikasi bersama antara USIM dan UIN Saizu. Seminar ini tidak cukup hanya dibahas dalam ruang akademik secara eksklusif, tetapi perlu dibawa kepada masyarakat agar memberikan manfaat yang nyata," katanya.

Selama berada di Banyumas, delegasi USIM Malaysia juga melakukan kunjungan akademik ke sejumlah pesantren, di antaranya Pondok Pesantren Darussalam dan Pondok Pesantren An Najah.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya memahami dinamika pendidikan Islam di Indonesia sekaligus mempelajari tradisi keilmuan pesantren yang selama ini menjadi salah satu fondasi penting perkembangan Islam Nusantara.

Dr. Mashitah menambahkan, kerja sama antara USIM dan UIN Saizu merupakan manifestasi sinergi dua perguruan tinggi Islam yang memiliki visi yang sama dalam pengembangan ilmu pengetahuan, dakwah, serta pemberdayaan masyarakat.

Hubungan kedua kampus itu juga akan diperkuat melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang dijadwalkan berlangsung pada hari berikutnya.

Direktur Pascasarjana UIN Saizu, Prof. Moh. Roqib menyoroti pentingnya menjaga dan mengembangkan identitas lokal di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi digital. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mengangkat kekayaan budaya lokal agar tetap relevan dan dikenal masyarakat dunia.

Prof. Roqib mengungkapkan bahwa sejak memimpin IAIN Purwokerto, dirinya telah mendorong pengembangan kajian budaya Nusantara sebagai salah satu keunggulan institusi. Dia meyakini budaya Panginyongan yang berkembang di wilayah Banyumas dan sekitarnya memiliki potensi besar untuk dikenal secara internasional.

"Saya yakin budaya Panginyongan bisa go international. Justru identitas lokal inilah yang dapat menjadi keunggulan dan pembeda UIN Saizu dibandingkan perguruan tinggi lainnya. Ketika masyarakat internasional ingin mengkaji Nusantara Raya maupun budaya Panginyongan, mereka akan datang ke UIN Saizu," ungkapnya.

Prof. Roqib juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh narasumber, peserta, dan panitia yang telah menyukseskan penyelenggaraan seminar internasional tersebut. Setelah prosesi penyerahan cinderamata kepada para narasumber, kegiatan dilanjutkan dengan sesi seminar yang dimoderatori Dosen Pascasarjana UIN Saizu, Dr. Ahmad Sulaiman.

Dalam sesi tersebut, para pembicara membahas berbagai isu strategis terkait dakwah, pembangunan masyarakat, hingga strategi meningkatkan kualitas publikasi akademik.

Dr. M. Khoiri Mahyuddin membuka sesi dengan memaparkan perkembangan pemahaman Ahlus Sunnah wal Jamaah di Malaysia. Paparan tersebut memberikan perspektif komparatif mengenai perkembangan pemikiran Islam di Asia Tenggara serta relevansinya dalam membangun masyarakat yang moderat, inklusif, dan harmonis.

Melalui penyelenggaraan International Seminar and Intellectual Discourse, Pascasarjana UIN Saizu menunjukkan komitmennya dalam memperkuat budaya riset, publikasi ilmiah, dan kolaborasi internasional.

Kegiatan ini sekaligus menjadi langkah strategis untuk memperluas kerja sama akademik antara Indonesia dan Malaysia dalam pengembangan kajian keislaman, dakwah Nusantara, serta peningkatan kualitas publikasi ilmiah yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat global. (***)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved