Kamis, 4 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Universitas Muhammadiyah Purwokerto

FPP UMP Minta Mahasiswa Jadi Petani Gen Z Berbasis Smart Farming dan Berkelanjutan 

Fakultas Pertanian dan Perikanan (FPP) Universitas Muhammadiyah Purwokerto menggelar Stadium Generale dengan tema Peran Mahasiswa

Tayang:
Penulis: Adi Tri | Editor: abduh imanulhaq
IST/DOK UMP PURWOKERTO
STADIUM GENERALE - Fakultas Pertanian dan Perikanan (FPP) Universitas Muhammadiyah Purwokerto menggelar Stadium Generale dengan tema Peran Mahasiswa dalam Meningkatkan Ketahanan Pangan pada Jumat (22/5/2026) lalu. Mahasiswa saat ini merupakan generasi petani Gen Z yang memiliki kemampuan dalam teknologi digital dan inovasi modern. 

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Fakultas Pertanian dan Perikanan (FPP) Universitas Muhammadiyah Purwokerto menggelar Stadium Generale dengan tema Peran Mahasiswa dalam Meningkatkan Ketahanan Pangan pada Jumat (22/5/2026) lalu. 

Acara menghadirkan pembicara dari Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian, Kementrian Koordinator Bidang Pangan RI, Widiastuti, S.E., M.SI. 

Dalam sambutannya, Dekan FPP UMP Dr. Anis Shofiyani, S.P., M.P. menekankan, pentingnya peran generasi muda dalam mengembangkan sektor pertanian modern di Indonesia. 

Ia menyebut mahasiswa saat ini merupakan generasi petani Gen Z yang memiliki kemampuan dalam teknologi digital dan inovasi modern. 

"Kemampuan tersebut menjadi modal penting untuk mendorong kemajuan pertanian Indonesia di tengah tantangan ketahanan pangan dan isu lingkungan," ujarnya. 

Ia menjelaskan, FPP UMP memiliki visi Sustainable Agriculture atau pertanian berkelanjutan yang dikembangkan melalui konsep smart farming atau pertanian presisi. 

“Harapannya nanti kalian bisa mengembangkan sektor pertanian di Indonesia melalui pertanian yang sustainable dengan memanfaatkan smart farming,” katanya. 

Ia menambahkan, FPP UMP juga mengembangkan konsep integrated farming atau pertanian terintegrasi yang menggabungkan sektor pertanian, perikanan, hingga peternakan dalam satu sistem yang saling mendukung. 

Dalam kesempatan itu, Anis juga mengingatkan mahasiswa agar aktivitas pertanian tidak hanya berorientasi pada hasil produksi maksimal, tetapi tetap memperhatikan kelestarian lingkungan. 

Konsep smart farming yang diajarkan di FPP UMP bertujuan menciptakan sistem pertanian yang efisien dan minim limbah atau zero waste. 

“Semua aktivitas pertanian kita arahkan tanpa meninggalkan risiko yang bisa merusak lingkungan,” tegasnya. 

Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian, Kementerian Koordinator Bidang Pangan RI, Widiastuti, S.E., M.SI. dalam Stadium General menegaskan bahwa kedaulatan pangan menjadi salah satu program prioritas Presiden RI Prabowo Subianto dalam mewujudkan Indonesia yang adil dan makmur. 

Ia menjelaskan, pemerintah telah menetapkan delapan program prioritas nasional, meliputi kedaulatan pangan, kemandirian energi dan air, pendidikan, kesehatan, hilirisasi dan industrialisasi, pembangunan infrastruktur, ekonomi kerakyatan dan desa, serta penurunan kemiskinan. 

"Untuk mendukung program tersebut, pemerintah menerbitkan Perpres Nomor 113 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Pupuk Bersubsidi yang sejalan dengan rencana pembangunan tujuh pabrik pupuk baru hingga tahun 2029," ujarnya. 

Selain itu, pemerintah juga mengembangkan 14 titik irigasi di berbagai daerah guna meningkatkan produktivitas pertanian dan menjamin ketersediaan air bagi lahan pertanian.

Pada bidang benih unggul, pemerintah bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional untuk mengembangkan varietas padi unggul seperti Mentik Wangi, Mentik Susu, PL 107, dan PL 105. 

Widiastuti menambahkan, pentingnya regenerasi petani melalui keterlibatan generasi muda yang mampu menguasai teknologi dan inovasi pertanian modern. 

Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan pangan melalui riset dan inovasi, pengembangan sumber daya manusia, pengabdian masyarakat, kolaborasi lintas sektor, serta edukasi kepada masyarakat. 

“Ketahanan pangan adalah terpenuhinya kebutuhan pangan mulai dari tingkat negara hingga perseorangan. Karena itu, sinergi antara pemerintah, akademisi, mahasiswa, dan masyarakat sangat diperlukan untuk mewujudkan kedaulatan pangan nasional,” pungkasnya. 

Melalui Stadium Generale tersebut, mahasiswa diharapkan semakin memahami pentingnya inovasi teknologi pertanian yang keberlanjutan dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. (*/iny/chy)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved