Kamis, 4 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Hari Pertama Verifikasi SPMB Jateng, SMAN 12 Semarang Diserbu Pendaftar

Hari pertama tahapan verifikasi berkas SPMB SMA/SMK Jawa Tengah 2026, Kamis (4/6/2026), disambut antusias calon peserta didik dan orang tua

Tayang:
TRIBUN JATENG/Franciskus Ariel Setiaputra
TAHAP VERIFIKASI - Suasana verifikasi berkas SPMB Jawa Tengah 2026 di SMAN 12 Semarang, Kamis (4/6/2026). Ratusan calon peserta didik dan orang tua memadati sekolah untuk menyelesaikan proses verifikasi dokumen. 

Hari Pertama Verifikasi SPMB Jateng, SMAN 12 Semarang Diserbu Pendaftar
 
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Hari pertama tahapan verifikasi berkas Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA/SMK Jawa Tengah 2026, Kamis (4/6/2026), disambut antusias calon peserta didik dan orang tua.

Salah satu sekolah yang dipadati pendaftar adalah SMAN 12 Semarang, yang berlokasi di Gunung Pati.

Pantauan Tribunjateng.com, calon murid bersama orang tua berdatangan untuk melakukan verifikasi dokumen setelah mengajukan akun SPMB secara daring.

Tingginya animo pendaftar membuat kuota layanan verifikasi hari pertama langsung penuh.

Ketua SPMB SMAN 12 Semarang, Ismail, mengatakan sekolah telah menyiapkan seluruh kebutuhan layanan verifikasi mulai dari perangkat, petugas hingga sistem antrean.

Baca juga: Ini Tahapan SPMB SMA dan SMK di Jateng, Mulai Dibuka 3 Juni 2026

"Untuk SMAN 12 Semarang sudah kita siapkan semuanya, baik perangkatnya, petugasnya, maupun sistem antreannya. Untuk hari ini kuota kita yang 150 sudah penuh semuanya. Bahkan antrean untuk hari Jumat juga sudah penuh dan kita lanjutkan untuk antrean berikutnya," katanya.

Ia bersyukur pelaksanaan hari pertama berjalan lancar tanpa kendala berarti. Sebagian besar persoalan yang ditemui masih berkaitan dengan data administrasi yang dapat diselesaikan saat proses verifikasi.

"Alhamdulillah hari ini berjalan lancar. Kendala dari siswa sementara ini tidak ada yang terlalu berat. Kadangkala yang ditemukan adalah saat pengajuan akun titik koordinatnya kemarin agak sulit ditentukan. Kemudian data antara KK dengan sistem berbeda, tapi itu nanti bisa dibetulkan saat diverifikasi ini," katanya.

Menurut Ismail, apabila ditemukan perbedaan data kependudukan pada dokumen seperti Kartu Keluarga, pihak sekolah akan berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) untuk memastikan keabsahan data.

"Jika terjadi perbedaan pada berkas KK misalnya, itu akan diverifikasi di Disdukcapil. Kami konfirmasi dari sana akan seperti apa," jelasnya.

SMAN 12 Semarang sendiri memiliki daya tampung sebanyak 432 siswa untuk tahun ajaran baru, dengan jumlah akhir disesuaikan kembali setelah memperhitungkan siswa kelas X yang tidak naik kelas.

Berdasarkan pengalaman tahun lalu, jumlah peserta yang melakukan verifikasi di sekolah tersebut mencapai sekitar 700 orang. Tahun ini jumlahnya diperkirakan tidak jauh berbeda.

"Mengacu tahun lalu yang verifikasi di sini sekitar 700 siswa. Tahun ini pun kurang lebih sama. Kebanyakan yang verifikasi memang memilih SMAN 12," ujarnya.

Ismail mengingatkan para calon peserta didik agar memastikan seluruh dokumen yang menjadi syarat pendaftaran telah lengkap dan sesuai dengan data asli.

"Yang harus diperhatikan para pendaftar yaitu syarat utama seperti KK, surat keterangan nilai rapor, kebenaran dokumen dan sejumlah persyaratan lain diusahakan asli semuanya," tegasnya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved