Universitas Harkat Negeri
Akselerasi Global, Sekolah Vokasi Harkat Negeri Gandeng UTeM Malaysia Bahas Transformasi AI dan IoT
Sekolah Vokasi Universitas Harkat Negeri sukses menyelenggarakan seminar internasional bertajuk VOCATALKS Series, Global Insights on Digital Health:
Penulis: Adi Tri | Editor: abduh imanulhaq
TRIBUNJATENG.COM, TEGAL - Sekolah Vokasi Universitas Harkat Negeri sukses menyelenggarakan seminar internasional bertajuk VOCATALKS Series, Global Insights on Digital Health: “Driving Innovation Through AI and IoT Transformation” pada Rabu (3/6/2026) di Aula Kampus Mataram, Universitas Harkat Negeri.
Vocatalks Series ker-1 ini menghadirkan dua pakar teknologi terkemuka, yaitu Prof. Dr. Mohd Khanapi bin Abd. Gani dari Universiti Teknikal Malaysia Melaka (UTeM) Malaysia dan Purwono Hendradi, Ph.D. (Pakar Sistem Informasi dari Universitas Muhammadiyah Magelang, yang mengupas tuntas potensi besar serta tantangan integrasi Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT) di era modern.
Acara yang digelar secara luring dan daring ini menjadi bagian dari langkah strategis Universitas Harkat Negeri dalam melakukan konsolidasi kelembagaan sekaligus memperluas jejaring akademis di kancah internasional.
Rektor Universitas Harkat Negeri, Sudirman Said, dalam sambutannya menekankan pentingnya kolaborasi global dalam fase transisi dan penguatan institusi yang sedang berjalan saat ini.
"Kegiatan VOCATALKS ini merupakan momentum krusial dalam fase konsolidasi Sekolah Vokasi Universitas Harkat Negeri, yang lahir dari penggabungan Politeknik Harapan Bersama dan STMIK YMI Tegal. Kami berkomitmen penuh untuk membawa institusi ini ke panggung dunia,” ungkapnya.
“Target kami tidak main-main, Harkat Negeri akan memperluas jejaring dan membangun kerja sama internasional minimal dengan 20 institusi luar negeri terkemuka demi meningkatkan mutu lulusan yang adaptif terhadap teknologi global," tambah Sudirman.
Pada sesi pertama, Purwono Hendradi, Ph.D. memaparkan konsep inovatif mengenai pemanfaatan Generative AI untuk merevolusi sistem pembelajaran digital atau e-learning yang selama ini dinilai masih bersifat kaku dan terisolasi.
"Pasca-pandemi, mayoritas kampus memang sudah menggunakan e-learning atau LMS. Namun, kelemahannya adalah materi yang disajikan masih disamaratakan untuk semua orang, padahal setiap mahasiswa punya kecepatan belajar yang berbeda. Solusi yang kami tawarkan adalah membangun Intelligent Orchestration Layer berbasis AI,” ungkapnya.
“Konsepnya seperti algoritma 'For Your Page' (FYP) di media social, AI akan menganalisis interaksi mahasiswa untuk menyajikan pengalaman belajar yang personal (personalized learning). AI di sini bukan untuk menggantikan peran dosen, melainkan asisten pintar yang mengoptimalkan potensi mahasiswa," tambah Hendradi dalam penyampaiannya.
Sementara itu, Prof. Khanapi menyoroti bagaimana integrasi AI dan Internet of Medical Things (IoMT) menjadi jawaban atas rapuhnya sistem kesehatan dunia yang saat ini masih terfragmentasi dan menghadapi tantangan pembengkakan biaya akibat lonjakan populasi lansia.
"Sektor kesehatan digital sebenarnya masih tertinggal satu langkah dibanding sektor perbankan karena rekam medis kita saat ini masih terisolasi antar-rumah sakit. Di masa depan, AI dan IoT harus berjalan beriringan. IoT mengumpulkan data melalui sensor medis, lalu AI mengolahnya untuk melahirkan Precision Medicine, pengobatan yang disesuaikan dengan genetik individu, bukan sekadar jenis penyakitnya,” kata Prof. Khanapi.
“Kita juga mengenalkan teknologi 'Digital Twin' untuk mensimulasikan risiko medis sebelum operasi. Melalui riset AI yang kami kembangkan, analisis gambar medis untuk deteksi kanker hidung belakang bahkan bisa dipangkas dari hitungan hari menjadi hanya 30 hingga 60 menit saja," tambah Prof. Khanapi.
Acara diakhiri dengan sesi diskusi interaktif yang dinamis. Menjawab kekhawatiran peserta, para pembicara menegaskan bahwa kehadiran teknologi kecerdasan buatan tidak akan menggeser eksistensi manusia, melainkan bertindak sebagai alat bantu efisiensi yang mempercepat proses kerja. Mahasiswa dan akademisi diimbau untuk tetap menguasai materi dasar keilmuan serta memegang teguh etika riset agar terhindar dari penyalahgunaan teknologi.(***)
Universitas Harkat Negeri Tegal
Universitas Harkat Negeri
Berita Universitas Harkat Negeri
Tribunjateng.com
aditri
| Menghidupkan Makna Kurban, Harkat Negeri Salurkan Daging untuk Masyarakat dan Sivitas Akademika |
|
|---|
| Kualitas Diakui, D3 Akuntansi Universitas Harkat Negeri Raih Predikat Unggul |
|
|---|
| Universitas Harkat Negeri dan UMP Bahas Penguatan Internasionalisasi Perguruan Tinggi |
|
|---|
| Harkat Negeri Gelar Sumpah Janji Bidan, Tegaskan Komitmen Lulusan pada Profesionalisme dan Etika |
|
|---|
| Dari Jenewa, Swiss, CISDI bersama Harkat Negeri Dorong Kolaborasi Lintas Sektor di WHA 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/VOCATALKS.jpg)