UIN SAIZU Purwokerto
Enam Mahasiswa Thailand Resmi Lulus dari UIN Saizu, Siap Mengabdi dan Sebarkan Ilmu di Negeri Asal
Enam mahasiswa Thailand resmi lulus dari UIN Saizu pada Wisuda ke-71 dan siap mengabdi serta menyebarkan ilmu di negaranya.
Penulis: Adi Tri | Editor: abduh imanulhaq
TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO- Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto kembali menegaskan kiprahnya sebagai kampus berdaya saing internasional. Pada prosesi Wisuda ke-71 tahun 2026, enam mahasiswa asal Thailand resmi menyandang gelar sarjana setelah berhasil menuntaskan pendidikan di berbagai program studi.
Keberhasilan tersebut menjadi tonggak penting dalam perjalanan akademik mereka sekaligus menandai dimulainya pengabdian kepada masyarakat di negara asal. Kehadiran para mahasiswa internasional ini juga memperkuat posisi UIN Saizu sebagai destinasi pendidikan tinggi Islam yang diminati mahasiswa dari kawasan Asia Tenggara.
Enam mahasiswa Thailand yang mengikuti prosesi wisuda tersebut adalah Ruhanee Musek, Aeromsee Hama, Zainab Sami, Fitreesa Madeng, Roniya Yangoh, dan Sofeeyah Abah. Mereka berhasil menyelesaikan pendidikan di berbagai program studi setelah menjalani proses pembelajaran selama beberapa tahun di lingkungan akademik UIN Saizu Purwokerto.
Keberhasilan mereka menjadi bukti bahwa pendidikan lintas negara dapat berjalan efektif melalui dukungan lingkungan kampus yang inklusif, ramah, dan mendukung perkembangan mahasiswa internasional. Salah satu wisudawati asal Thailand, Ruhanee Musek dari Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), mengaku menghadapi berbagai tantangan saat pertama kali datang ke Indonesia.
Jarak yang jauh dari keluarga serta lingkungan yang sama sekali baru membuatnya membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dengan kehidupan kampus maupun masyarakat sekitar. “Awal datang ke sini rasanya sepi karena belum memiliki teman dan semuanya masih baru,” ujar Ruhanee.
Namun, proses adaptasi tersebut perlahan berjalan baik. Interaksi dengan mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia membantu dirinya lebih percaya diri dan terbuka terhadap pengalaman baru. “Setelah tiga tahun di sini, saya bisa bersama teman-teman, lebih berani berbicara di kelas, dan belajar banyak hal baru,” katanya.
Menurut Ruhanee, suasana akademik di UIN Saizu memberikan pengalaman belajar yang nyaman dan menyenangkan. Selain memperoleh ilmu keislaman, ia juga berkesempatan mengenal budaya Indonesia secara lebih dekat. “Senang kuliah di sini. Suasananya nyaman dan membuat saya betah,” tambahnya.
Kesan positif juga disampaikan oleh Sofeeyah Abah, lulusan Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI). Ia menilai keberhasilannya menyelesaikan pendidikan di UIN Saizu sebagai langkah penting untuk mewujudkan cita-cita yang telah lama direncanakan.
Sofeeyah berharap ilmu yang diperolehnya selama kuliah dapat menjadi bekal untuk berkontribusi bagi masyarakat Thailand, khususnya dalam bidang pendidikan Islam. “Harapan saya setelah lulus adalah menjadi guru yang mengajarkan agama Islam di Thailand,” tuturnya.
Keinginan tersebut menunjukkan bagaimana pendidikan yang diperoleh di Indonesia dapat memberikan dampak positif bagi pengembangan sumber daya manusia di negara lain.
Selama menempuh pendidikan di Banyumas, para mahasiswa Thailand tidak hanya belajar di ruang kelas. Mereka juga aktif berinteraksi dengan mahasiswa Indonesia, mengikuti berbagai kegiatan kampus, serta beradaptasi dengan kehidupan sosial dan budaya masyarakat setempat.
Pengalaman tersebut menjadi nilai tambah yang memperkaya wawasan mereka sebagai mahasiswa internasional. Selain mendapatkan kompetensi akademik sesuai bidang keilmuan masing-masing, mereka juga membawa pulang pengalaman hidup dalam lingkungan multikultural yang berharga.
Bekal tersebut diyakini akan membantu mereka dalam menghadapi tantangan dunia kerja maupun pengabdian masyarakat setelah kembali ke Thailand. Wisuda ke-71 UIN Saizu menjadi momen bersejarah bagi keenam mahasiswa Thailand yang berhasil menuntaskan pendidikan tinggi setelah melalui berbagai tantangan selama masa studi.
Keberadaan mahasiswa internasional seperti Ruhanee Musek, Aeromsee Hama, Zainab Sami, Fitreesa Madeng, Roniya Yangoh, dan Sofeeyah Abah sekaligus menunjukkan peran strategis UIN Saizu dalam membangun jejaring pendidikan Islam di tingkat global.
Melalui proses pendidikan yang terbuka dan inklusif, hubungan Indonesia dan Thailand tidak hanya terjalin dalam bidang akademik, tetapi juga melalui pertukaran budaya, pengalaman, serta nilai-nilai keislaman yang berkembang di kedua negara.
Dengan diwisudanya enam mahasiswa Thailand pada Wisuda ke-71 tahun 2026, UIN Saizu kembali menegaskan komitmennya sebagai kampus yang terbuka bagi mahasiswa dari berbagai negara serta terus mencetak lulusan yang siap memberikan kontribusi di tingkat lokal, nasional, maupun internasional.(***)
| UIN Saizu Jadwalkan UAS Semester Genap 2025/2026, Perkuliahan Berakhir 13 Juni |
|
|---|
| 14 Wisudawan UIN Saizu Raih Sertifikat Kompetensi BNSP, Perkuat Daya Saing Lulusan di Dunia Kerja |
|
|---|
| Hari Kedua UM-PTKIN 2026 di UIN Saizu Lancar, Kehadiran Peserta Capai 89 Persen |
|
|---|
| UIN Saizu Kukuhkan 475 Wisudawan 2026, FTIK Dominasi dan Lahirkan Wisudawan Terbaik Universitas |
|
|---|
| Wisuda UIN Saizu 2026, Rektor Prof Ridwan: Jadilah Agen Perubahan yang Berdampak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260610-hs-saizu.jpg)