UIN SAIZU Purwokerto
Mahasiswa Informatika UIN Saizu Raih Juara 1 Nasional Lewat Videografis Pariwisata Banyumas
Tim Informatika UIN Saizu raih Juara 1 Nasional KST PTKI 2026 lewat videografis analisis data pariwisata Banyumas.
Penulis: Adi Tri | Editor: abduh imanulhaq
"Singkatnya lama menginap ini mengindikasikan bahwa Banyumas masih lebih sering dijadikan lokasi singgah atau kota transit saja, bukan sebagai destinasi utama untuk berlibur dalam waktu yang lama," ujar Kharisma Hendi Mahardika.
Fenomena ini tentu menjadi tantangan besar. Padahal, durasi tinggal wisatawan berbanding lurus dengan perputaran ekonomi daerah.
Semakin lama wisatawan menetap di suatu daerah, semakin besar pula peluang terjadinya transaksi ekonomi, mulai dari sektor kuliner, transportasi lokal, hingga pusat oleh-oleh.
Melihat tantangan tersebut, videografis “Kompas Pembangunan Banyumas di Balik Angka Pariwisata” tidak hanya berhenti pada pemetaan masalah, tetapi juga menawarkan dua rekomendasi konkret untuk mendongkrak pariwisata daerah:
1. Pengembangan Atraksi Wisata Malam Hari (Night Tourism)
Salah satu alasan kuat mengapa wisatawan enggan menginap lama adalah minimnya hiburan setelah matahari terbenam. Tim mengusulkan adanya wisata malam yang hidup dan aman, seperti pasar seni, festival cahaya, atau wisata kuliner malam terpusat. Hal ini akan memberikan pengalaman tambahan bagi wisatawan setelah mereka mengunjungi objek wisata alam di siang hari.
2. Pembuatan Paket Wisata Terintegrasi
Strategi kedua adalah menyusun rute perjalanan (travel pattern) yang menghubungkan berbagai destinasi unggulan di Banyumas dengan wilayah sekitarnya (seperti Baturraden, pusat kota Purwokerto, dan desa wisata). Paket wisata yang terintegrasi ini dinilai ampuh untuk "memaksa" wisatawan memperpanjang masa tinggal mereka karena banyaknya aktivitas menarik yang terjadwal.
Melalui visualisasi yang sederhana, komunikatif, dan estetik, ketiga mahasiswa Informatika ini ingin mengedukasi masyarakat luas sekaligus para pemangku kebijakan.
Kharisma menegaskan bahwa di tengah pesatnya pembangunan sektor pariwisata, keputusan yang diambil oleh pemerintah maupun investor harus didasarkan pada data yang akurat (data-driven policy).
Langkah ini penting agar setiap program kerja, pembangunan infrastruktur, dan investasi yang masuk benar-benar menjawab kebutuhan riil di lapangan, bukan sekadar proyek kosmetik.
Prestasi yang diraih tim UIN Saizu di ajang KST PTKI II 2026 ini menjadi angin segar bagi dunia akademis.
Mereka membuktikan bahwa ilmu informatika dan sains data memiliki peran yang sangat vital dalam memajukan sektor riil masyarakat.
Di balik setiap angka statistik yang kaku, selalu ada cerita, tantangan, dan peluang yang bisa diolah menjadi pijakan bagi pembangunan Banyumas yang lebih sejahtera di masa depan.
Sementara itu, Kepala Program Studi Informatika, Anas Azhimi Qalban menyampaikan, ini merupakan bukti bahwa mahasiswa Informatika UIN Saizu memiliki kemampuan yang kompetitif dalam mengintegrasikan teknologi, analisis data, dan kreativitas.
| Mahasiswa Informatika UIN Saizu Raih Juara 2 Nasional KST PTKI 2026 Lewat Karya Nusa Neural |
|
|---|
| NLPExpo 2026 UIN Saizu Pamerkan 20 Inovasi AI dan NLP Berbasis Kearifan Lokal |
|
|---|
| Final PESOMA III UIN Saizu 2026 Digelar, Siapkan Talenta Menuju Ajang Nasional |
|
|---|
| Enam Mahasiswa Thailand Resmi Lulus dari UIN Saizu, Siap Mengabdi dan Sebarkan Ilmu di Negeri Asal |
|
|---|
| Mahasiswa Saintek UIN Saizu Borong Tiga Juara Nasional di KST PTKI II 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260611-prest-saizu.jpg)