Selasa, 16 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

UIN SAIZU Purwokerto

Tahun Baru Hijriyah dan Kesadaran Memaknai Waktu

Rektor UIN Saizu mengajak masyarakat memaknai Tahun Baru 1448 Hijriah sebagai momentum refleksi diri dan pengelolaan waktu.

Tayang:
Penulis: Adi Tri | Editor: abduh imanulhaq
IST
Prof Dr H Ridwan MAg, Rektor UIN Prof KH Saifuddin Zuhri Purwokerto 

Waktu lampau berfungsi sebagai bahan evaluasi atas pencapaian prestasi (amal shalih) atau sebaliknya kegagalan dalam mencapai rencana atau program yang sudah dicanangkan sebelumnya.

Waktu sekarang merupakan waktu seseorang melakukan muhasabah atau evaluasi dan waktu seeorang untuk melakukan aktivitas dari hasil evaluasi terhadap pencapaian waktu lampu.

Dengan kata lain waktu sekarang adalah waktu untuk berbuat dan  berprestasi. Adapun yang akan datang adalah waktu seseorang untuk merencanakan sesuatu untuk mencapai tujuan yang diharapkan baik target jangka pendek, menengah maupun jangka panjang.

Kesadaran seorang akan pentingnya  waktu akan mengantarkan seseorang memiliki kesadaran bahwa umur atau kesempatan hidup adalah amanat Allah SWT yang harus digunakan sebagaimana yang Allah SWT telah gariskan sebagai manifestasi rasa syukur kita kepada Allah SWT.

Syukur adalah menggunakan nikmat atau pemberian Allah sesuai dengan perintah Allah. Mensyukuri nikmat umur adalah dengan cara menggunakan waktu untuk mengukir prestasi dan memberikan pengabdian yang terbaik untuk kehidupan dan kemaslahatan semesta raya.
 
Dalam setiap perjalanan waktu ada ruang sesorang untuk membuat sejarah dengan meninggalkan kebaikan. Setiap penggalan waktu adalah kesempatan dan setiap kesempatan adalah modal untuk mendapatkan pencapaian. 

Pastikan pribadi mampu mengelola dan mengkapitalisasi modal untuk menciptakan kebermanfaatan. Mari kita renungkan ungkapan bijak: 

“Barang siapa pencapaian yang hari ini lebih baik dari capaian hari kemarin, maka ia menjadi pribadi yang beruntung, jika pencapaian hari ini sama dengan hari kemarin, maka ia telah merugi dan jika pencapaian hari ini lebih jelek daripada hari kemarin maka ia telah hancur.”

Dalam ungkapan lain juga sering dikatakan bahwa jika kalian masuk waktu pagi jangan engkau tunggu waktu sore dan jika engkau masuk waktu sore jangan engkau tunggu waktu pagi. Spirit dari ungkapan ini adalah kita harus memanfaatkan waktu sebaik mungkin dan tidak boleh menunda suatu pekerjaan.

Jika pekerjaan bisa dilakukan waktu pagi maka jangan ditunda pengerjaannya waktu sore dan begitu sebaliknya. Setiap manusia yang hidup pasti berada dalam lingkaran waktu kehidupan.

Tidak seorang manusiapun yang mengetahui sampai berapa tahun umurnya dan kapan ia akan mati. Hidup dan mati adalah rahasia ilahi. Jika kematian adalah sebuah kepastian, maka kematian harus dihadapi. 

Menghindari kematian adalah perbuatan sia-sia karena konsekuensi dari kehidupan adalah kematian. Setiap kita wajib mempersiapkan kematian dengan memperbanyak bekal berupa amal salih sebagai legacy kehidupan. 

Semangat tahun baru hijriyah adalah semangat untuk berkarya, mengabdi dan kerja keras membangun peradaban sebagaimana ditunjukkan oleh Nabi beserta sahabat yang hijrah meninggalkan tanah air tercinta Makkah menuju Madinah untuk sebuah cita-cita besar yaitu mengembangkan kejayaan peradaban Islam.

Oleh karena itu, memasuki Tahun Baru 1448 Hijriyah mari kita melakukan refleksi diri (muhasabah) secara menyeluruh lalu membuat perencanaan untuk masa sekarang dan proyeksi untuk membangun prestasi di masa yang akan datang.(***)

Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 02:00 WIB
Belgium
Belgia
VS
Egypt
Mesir
Grup H - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 05:00 WIB
Saudi Arabia
Arab Saudi
VS
Uruguay
Uruguay
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 08:00 WIB
Iran
Iran
VS
New Zealand
Selandia Baru
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved