Tribunjateng Hari ini
Siap Kembali ke Stadion, Suporter Beri Dukungan Tim Mahesa Jenar setelah Dua Tahun Boikot
Harmonisasi antara manajemen baru PSIS dengan suporter begitu terlihat ditandai dengan beberapa pertemuan dalam kurun waktu terakhir.
Penulis: Moh Anhar | Editor: M Syofri Kurniawan
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Momen masuknya investor baru di kubu PSIS Semarang, yakni CEO Datu Nova Fatmawati yang mengakuisisi saham mayoritas PT Mahesa Jenar yang dimiliki Yoyok Sukawi sebelumnya menjadi titik balik kebangkitan bagi tim kebanggaan masyarakat Kota Semarang tersebut.
Harmonisasi antara manajemen baru dengan suporter begitu terlihat ditandai dengan beberapa pertemuan dalam kurun waktu terakhir.
Satu di antaranya yakni pertemuan CEO Datu Nova bersama sang suami Fariz Julinar Maurisal dengan Panser Biru dalam sarasehan beberapa waktu lalu.
Salah satu hasil dari pertemuan itu yakni Panser Biru resmi mencabut boikot pertandingan home PSIS yang telah berlangsung selama dua tahun.
Dengan hasil pertemuan tersebut, laga kandang terdekat PSIS Semarang pada 3 Januari 2026 mendatang dipastikan sudah bisa disaksikan dengan penonton.
Euforia dan atmosfer Stadion Jatidiri tentu sangat dibutuhkan skuad PSIS untuk meraih kemenangan perdana di kandang sendiri musim ini, sekaligus kemenangan perdana di tahun 2026.
Ketua Umum DPP Panser Biru, Kepareng Wareng kepada Tribun Jateng menyampaikan, sebenarnya laga kandang dengan kehadiran suporter harusnya sudah diberlakukan ketika menjamu Persipura Jayapura beberapa waktu lalu.
Namun, dinamika akuisisi saham yang terjadi saat itu sehingga laga kandang masih berlangsung tanpa penonton.
"Dalam pertemuan kemarin, semua permintaan suporter kepada manajemen dipenuhi. Terus mereka menyambut baik dan kita sudah ada MOU ya kesepakatan dengan manajemen dengan suporter. Ya akhirnya (boikot) kita cabut," kata Kepareng, ditemui Tribun Jateng, Minggu (30/11/2025).
"Laga lawan Persipal, kami sudah mendukung kembali di Stadion," terangnya.
Wareng mengatakan, awal melakukan boikot dikarenakan adanya ketidaksepahaman dengan manajemen lama terkait pengelolaan tiket.
"Biasanya pengelolaan tiket itu dikelola supporter, tapi Mas Yoyok saat itu enggak mau jika dikembalikan ke korwil. Lah teman-teman Korwil kalau tidak lewat DPP Panser Biru tidak mau. Akhirnya teman-teman Korwil sepakat memboikot," katanya.
Menurutnya, manajemen baru justru sepakat dengan pengelolaan tiket dikembalikan ke suporter.
"Kemarin (dalam sarasehan), Korwil bertemu dengan manajemen baru, mintanya cuma dikembalikan lagi pengelolaan tiketnya ke DPP Panser Biru. Dan mereka menyetujui akhirnya boikotnya dicabut. Ada tanda tangan MOU-nya sudah ada," katanya.
| Tiga Bos Bank BJB Divonis Bebas dalam Kasus Kredit Sritex |
|
|---|
| Ngadiono Warga Pati Korban Kecelakaan ALS Akan Dibawa dengan Helikopter |
|
|---|
| Taj Yasin: Kasus Pencabulan Santriwati di Pati Sudah Terpantau sejak 2024 |
|
|---|
| Pelarian Ashari Tersangka Pencabulan Santriwati Berakhir di Wonogiri |
|
|---|
| Uniknya Ras Kambing Kaligesing di Klaten, Kambing Mandi Tiga Kali Sehari, Harga Tembus Ratusan Juta |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Jateng-Hari-Ini-Kamis-4-Desember-2025.jpg)