Senin, 18 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

PSIS Semarang

Debut Pahit Mario Londok di PSIS Semarang: Kami Belum Kompak

Mario Londok menegaskan timnya bersama PSIS Semarang wajib menang untuk mengamankan posisi dari ancaman degradasi.

Tayang:
TRIBUN JATENG/Franciskus Ariel Setiaputra
PERSIAPAN - Kiper PSIS Semarang Mario Fabio Londok menjalankan latihan, Rabu (21/1/2026). Ini menjadi agenda persiapan jelang laga PSIS Semarang melawan Persela Lamongan pada Sabtu (24/1/2026). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kebobolan tiga gol dalam laga debut menjadi pengalaman kurang menyenangkan bagi sosok kiper anyar PSIS Semarang asal Sulawesi Utara, Mario Fabio Londok.

Hal itu terjadi saat menjamu Deltras FC pada laga pekan ke-16 Pegadaian Championship 2025/2026 di Stadion Jatidiri Semarang pada 17 Januari 2026.

Menurut Mario Londok, pada saat itu chemistry antar pemain memang belum begitu terbangun secara baik.

Hal ini karena banyak muka baru yang kini menghiasi starting line up, sehingga butuh waktu untuk adaptasi.

Baca juga: Sosok M Rio Saputro Amunisi Baru PSIS Semarang

Nasib Dewangga Setelah Bek Kiri PSG Mendarat ke Persib Bandung, Kembali ke PSIS Semarang?

Mantan Bek PSIS Semarang Saat di Liga 1 Bisa Jadi Solusi Lini Belakang, Saat Ini Mundur Dari Klubnya

"Kami belum kompak, masih belum bisa maksimal, akhirnya hasilnya kurang bagus."

"Tapi saya lihat tim ini dari hari ke hari semakin bagus. Pemain-pemain yang baru saat ini sudah mulai kompak," jelas Mario Londok, Rabu (21/1/2026).

Mario kemudian menceritakan PSIS akhirnya harus kemasukan gol pertama yang membuat timnya harus susah payah mencari gol penyama kedudukan.

"Kebobolan pertama itu karena bola deflected. Kena di kaki, jadi saya (posisi) jatuh, bola deflected dan berubah arah," ungkapnya.

Sebagai bagian dari evaluasi, dia menekankan lini belakang PSIS bisa lebih waspada lagi dalam membaca pergerakan lawan, terutama dalam laga terdekat menghadapi Persela Lamongan di Stadion Jatidiri Semarang, Sabtu (24/1/2026).

"Kalau menurut saya, teman-teman di posisi bek harus lebih sigap lagi kalau dapat striker yang cepat seperti itu. Harus lebih siap menutup gerakannya," ungkapnya.

Disinggung terkait laga terdekat, Mario Londok menegaskan timnya wajib menang untuk mengamankan posisi dari ancaman degradasi.

Di sisi lain, Mario Londok menyebut laga ini menjadi partai emosional, sebab akan berhadapan dengan mantan tim sekaligus mantan rekan-rekan satu tim.

Sebelum didatangkan PSIS di bursa transfer paruh musim, Mario Londok merupakan penjaga gawang utama Persela Lamongan di Pegadaian Championship 2025/2026 musim ini.

"Lawan Persela, secara emosional pasti ada semangat tersendiri. Saya senang bisa ketemu anak-anak."

"Mungkin melawan mereka yang sebelumnya satu tim dan sekarang harus jadi lawan, pasti lebih semangat lagi untuk menghadapi mereka," kata dia.

Menurutnya, Persela secara tim punya kekompakan yang bagus.

"Kalau secara individu, ada satu nama yaitu Jhon Mena harus diwaspadai," katanya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved