Rabu, 20 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

PSIS Semarang

Batal Nahkodai PSIS, Imran Nahumarury Bocorkan Hasil Pembicaraan dengan Manajemen

Masuknya WCP sapaan mantan pelatih Bali United itu diharapkan memberikan dampak besar bagi PSIS

Tayang:
TRIBUN JATENG/Franciskus Ariel Setiaputra
PELATIH PSIS - Pelatih Imran Nahumarury saat memberikan intruksi dalam latihan PSIS Semarang di Stadion Citarum beberapa tahun lalu. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Bertepatan dengan momentum HUT PSIS Semarang ke-94, tim kebanggan masyarakat Kota Semarang itu secara resmi menunjuk pelatih kenamaan Widodo C. Putro sebagai pelatih kepala baru.

Masuknya WCP sapaan mantan pelatih Bali United itu diharapkan memberikan dampak besar bagi PSIS yang membidik prestasi maksimal di kompetisi Championship 2026/2027 yang diperkirakan mulai bergulir September mendatang.

PSIS membidik satu tiket promosi ke Super League setelah pada musim lalu terseok-seok di papan bawah klasemen. Bahkan nyaris degradasi.

Baca juga: Widodo C Putro Resmi Tukangi PSIS Semarang, Penunjukannya Sesuai Janji Fariz Julinar

Sementara itu, pamor WCP juga dikenal cukup bagus dengan sejumlah prestasi di sejumlah tim.

Terakhir, WCP sukses mengantarkan Garudayaksa FC sebagai kampiun Pegadaian Championship 2025/2026 sekaligus promosi.

WCP juga sebelumnya pernah membawa sejumlah tim lain promosi ke kasta tertinggi sepakbola nasional seperti Persita Tangerang musim 2019, dan Persijap Jepara musim 2024/2025.

Penunjukan WCP juga di luar prediksi setelah sebelumnya beberapa nama diisukan akan menukangi PSIS.

Termasuk pertimbangan memperpanjang kontrak pelatih Kas Hartadi yang didatangkan menjelang akhir musim kompetisi 2025/2026.

Satu di antaranya yang diisukan akan merapat ke PSIS adalah eks pelatih Malut United Imran Nahumarury.

Imran yang saat ini menjadi pelatih Semen Padang mengaku sudah menjajaki komunikasi yang cukup intens dengan manajemen PSIS. Salah satunya dengan Wafa Amry.

Bahkan bisa dibilang, Imran sudah hampir pasti bakal menjadi nahkoda baru PSIS.

Saat dihubungi, Imran menyebut belum bisa membuat keputusan hitam di atas putih karena masih harus menyelesaikan kontraknya dengan Semen Padang yang habis pada akhir musim ini.

"Secara prinsip, saya orang yang komitmen. Sudah ada komunikasi dengan manajemen. Namun untuk kepastiannya saya minta setelah kompetisi Superleague musim ini selesai, karena saya juga harus menghormati kontrak saya di Semen Padang," kata Imran kepada tribunjateng.com, Selasa (19/5).

Imran mengaku sudah mendapat tawaran dari beberapa tim. Namun, ia sebetulnya memprioritaskan PSIS sebagai labuhan baru.

"Saya punya kenangan bagus di PSIS. Bahkan karir melatih saya dikenal dari PSIS. Kemudian hubungan saya dengan manajemen saat ini juga bagus, termasuk dengan pemain-pemain lama PSIS," kata Imran.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved