Minggu, 19 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Ramadan 2026

Doa Buka Puasa Ramadan 2026, Lengkap dengan Anjuran Nabi Muhammad SAW

Berikut ini adalah doa berbuka puasa yang sering dibaca Rasulullah dan bisa kamu amalkan pada Ramadan 1447 H/2026.

Penulis: Dse | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/Idayatul Rohimah
BUKA BERSAMA - Dokumentasi pengunjung Hotel Santika Premiere Semarang berbuka puasa bersama. Berikut ini adalah doa berbuka puasa, termasuk amalan anjuran Nabi Muhammad SAW 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Berikut ini adalah doa berbuka puasa yang sering dibaca Rasulullah dan bisa kamu amalkan pada Ramadan 1447 H/2026.

Doa menjadi salah satu amalan yang paling dianjurkan saat berpuasa.

Sebelum melakukan buka puasa, kamu bisa mengamalkan doa yang biasa dibaca oleh Rasulullah.

ذَهَبَ الظَّمَأُ، وابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وثَبَتَ اْلأَجْرُ إِنْ شَاءَاللهُ

Dzahabazh-zhama’u wabtallatil-‘uruqu wa tsabatal-ajru insya Allah

Artinya: “Telah hilang rasa haus dahaga, dan urat-urat telah basah, dan pahala akan kita peroleh, insyaa Allah,” (HR. Abu Daud).

Baca juga: Bacaan Niat Puasa Ramadan 2026, Lengkap dengan Latin dan Artinya

Selain itu, kamu juga diperbolehkan untuk memperbanyak doa lainnya yang mengandung kebaikan dunia dan akhirat.

Sunnah rasul saat berbuka puasa salah satunya adalah memakan makanan manis.

Tak hanya itu, menyegerakan berbuka puasa ketika sudah mendengar adzan magrib juga bagian dari sunnah.

Sunnah buka puasa yang dianjurkan Nabi Muhammad SAW selama puasa wajib Ramadan atau puasa sunnah.

Puasa menjadi ibadah umat Islam yang dipenuhi pahala dan keistimewaan.

Dalam menjalani puasa, umat Islam akan mengawali dari makan sahur hingga menunggu waktu berbuka puasa (maghrib).

Setelah datangnya maghrib, orang berpuasa diperbolehkan membatalkannya (makan dan minum).

Ada beberapa hal yang bisa kamu jadikan pahala saat berbuka puasa.

Hal itu sesuai dengan anjuran Nabi Muhammad SAW.

Berikut empat sunnah Nabi dirangkum oleh Tribunjateng.com yang perlu kamu ketahui:

  • Menyegerakan berbuka

Menyegerakan berbuka berarti membatalkan puasa begitu datangnya magrib.

Maksudnya, begitu adzan maghrib dikumandangkan maka segeralah berbuka.

Tidak perlu menunggu sampai adzan selesai atau menunggu salat maghrib.

Diriwayatkan oleh Imam Bukhori dan Imam Muslim, Rasulullah SAW bersabda:

لاَ يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ

Artinya: "Manusia akan senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka." (HR. Bukhari dan Muslim)

  • Berbuka dengan yang manis

Nabi Muhammad SAW saat berbuka puasa menyukai ruthob (kurma basah) karena sangat enak dinikmati.

Namun, berbuka dengan kurma tidak menjadi kewajiban.

Pengganti kurma adalah memakan makanan manis.

Jika masih tidak ada, maka berbukalah dengan seteguk air.

Seperti yang djelaskan dalam hadits berikut:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يُفْطِرُ عَلَى رُطَبَاتٍ قَبْلَ أَنْ يُصَلِّىَ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ رُطَبَاتٌ فَعَلَى تَمَرَاتٍ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ حَسَا حَسَوَاتٍ مِنْ مَاءٍ

Artinya: “Rasulullah biasanya berbuka dengan rothb (kurma basah) sebelum menunaikan salat. Jika tidak ada ruthob (kurma basah), maka beliau berbuka dengan tamr (kurma kering). Dan jika tidak ada yang demikian beliau berbuka dengan seteguk air.” (HR. Abu Daud)

Baca juga: Pemkab Batang Pastikan Zero Toleransi Hiburan Malam Selama Ramadan 2026

  • Memberi makan berbuka

Kalau memiliki rezeki yang cukup, ada baiknya kamu memberi makan berbuka untuk yang lain.

Meski terlihat sederhana, memberi makan berbuka untuk orang lain memiliki pahala yang besar.

مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لاَ يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا

Artinya: “Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga.” (HR. Tirmidzi)

  • Mendoakan orang yang memberi makan berbuka

Nabi menganjurkan umat Muslim mendoakan orang yang memberi makan untuk berbuka.

Anjuran Nabi tersebut ternyata memiliki nilai ibadah.

Meski tidak bisa membalas kebaikannya, mendoakan sudah menjadi satu amalan yang baik.

وَمَنْ صَنَعَ إِلَيْكُمْ مَعْرُوفًا فَكَافِئُوهُ فَإِنْ لَمْ تَجِدُوا مَا تُكَافِئُونَهُ فَادْعُوا لَهُ حَتَّى تَرَوْا أَنَّكُمْ قَدْ كَافَأْتُمُوهُ

Artinya: “Barangsiapa yang memberi kebaikan untukmu, maka balaslah. Jika engkau tidak dapati sesuatu untuk membalas kebaikannya, maka do’akanlah ia sampai engkau yakin engkau telah membalas kebaikannya.” (HR. Abu Daud)

Ketika Nabi diberi minum, beliau pun mengangkat kepalanya ke langit dan mengucapkan,

اللَّهُمَّ أَطْعِمْ مَنْ أَطْعَمَنِى وَأَسْقِ مَنْ أَسْقَانِى

Artinya: "Ya Allah, berilah ganti makanan kepada orang yang memberi makan kepadaku dan berilah minuman kepada orang yang memberi minuman kepadaku.” (HR. Muslim)

Demikian empat sunah berbuka puasa yang dianjurkan Nabi Muhammad SAW. 

Baca juga: Bupati Wonosobo Siapkan Tarling 16 Titik di Kecamatan Selama Ramadan

Niat Puasa Ramadan

Hal pertama yang harus diketahui dan dilakukan oleh setiap Muslim yang akan melaksanakan ibadah puasa adalah niat.

Niat merupakan salah satu rukun yang harus dilaksanakan agar ibadah puasa menjadi sah.

Adapun puasa Ramadan bertujuan menahan diri untuk tidak makan dan minum dan beberapa hal yang bisa membatalkan ibadah puasa.

Mengutip dari berbagai sumber kitab Fiqh Puasa di antaranya dari kitab Al Fiqhul Manhaji All Madzhabil Imam Syafi’i karangan Dr Musthofal Khin, Dr Musthofal Bugho, dan Ali Asy Syarbaji.

Kemudian, kitab Ath Thaqrirotus Sadidah Fil Masailil Mufidah karangan Hasan bin Ahmad bin Muhammad bin Salim Al Kaf menjelaskan sebagai berikut.

1. Niat puasa Ramadan harus disebutkan bahwa ini adalah berpuasa untuk bulan Ramadan untuk membedakan apakah dengan puasa sunnah. 

2. Wajib berniat setiap hari karena puasa setiap hari itu ibadah yang terpisah. Tidak cukup niat satu kali untuk sebulan menurut pendapat yang mu’tamad.

Tetapi disunnahkan berniat sekali untuk satu bulan karena ada dua faidah:

  • Sahnya puasa hari yang lupa tabyit niat di dalamnya menurut madzhab Imam Malik.
  • Mendapat pahala yang penuh jikalau meninggal sebelum penuh sebulan, karena mengambil ibarat dari niatnya.

Niat itu dalam hati, dan tidak disyaratkan dilafadzkan, tetapi disunnahkan melafadzkannya untuk membantu hati.

Tabyit niat (niat puasa di malam hari) yaitu antara tenggelamnya matahari hingga terbitnya fajar.

Makan dan jima’ atau berhubungan badan dan semisalnya setelah niat itu tidak membatalkan niat.

Waktu yang utama untuk berniat puasa adalah sepertiga atau separuh malam yang akhir. 

Baca juga: Jam Kerja ASN Pemkab Semarang Berkurang Selama Ramadan, Bupati Pastikan Pelayanan Prima

Lafadz niat puasa Ramadan yang mencukupi menurut pendapat yang mu’tamad adalah:

نويت صوم رمضان

Artinya: “Saya berniat puasa Ramadan

Lafadz niat puasa Ramadan yang sempurna sebagai berikut:

نويت صوم غد عن أداء فرض شهر رمضان هذه السنة هلل تعاى

Artinya: “Saya berniat puasa esok hari untuk menunaikan kewajiban bulan Ramadan tahun ini karena Allah Ta’ala."

Lafadz niat puasa Ramadan untuk satu bulan.

نَوَيْتُ صَوْمَ جَمِيْعِ شَهْرِ رَمَضَانِ هَذِهِ السَّنَةِ تَقْلِيْدًا لِلْإِمَامِ مَالِكٍ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى

Artinya: “Aku niat berpuasa di sepanjang bulan Ramadhan tahun ini dengan mengikuti Imam Malik, fardhu karena Allah”.

(*)

 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved