Kamis, 11 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Ramadan 2026

Jejak Dajjal dan Spekulasi tentang Socotra

Pria yang dirantai itu kemudian menyatakan kepada rombongan Tamim ad-Dari bahwa dirinya adalah Al-Masih Dajjal

Tayang:
Penulis: Adi Tri | Editor: abduh imanulhaq
TRIBUNNEWS
Pulau Socotra kerap dikaitkan dengan kisah Tamim ad-Dari dan bahkan dijuluki oleh sebagian orang sebagai “Pulau Dajjal”. 

TRIBUNJATENG.COM - Dalam khazanah eskatologi Islam, terdapat sebuah kisah terkenal tentang pertemuan seorang sahabat Nabi dengan sosok yang diyakini sebagai Dajjal.

Tokoh tersebut adalah Tamim ad-Dari, seorang pria asal Palestina yang beragama Nasrani sebelum memeluk Islam.

Menurut sirah nabawiyah yang dikenal dalam tradisi Sunni, Tamim ad-Dari pernah melakukan pelayaran bersama sekelompok orang Arab. 

Di tengah perjalanan, kapal mereka dihantam badai dahsyat hingga terombang-ambing selama sekitar satu bulan.

Akhirnya, mereka terdampar di sebuah pulau asing yang penuh misteri.

Pulau tersebut oleh sebagian kalangan diduga sebagai Socotra, sebuah kepulauan terpencil di Samudra Hindia, beberapa ratus kilometer dari pesisir Yaman dan Somalia.

Di pulau itu, rombongan Tamim bertemu dengan makhluk aneh bernama al-Jassasah, makhluk berbulu lebat, yang mengarahkan mereka untuk menemui seseorang di sebuah bangunan menyerupai biara. 

Di sana, mereka mendapati seorang pria besar yang dirantai dengan kuat.

Dialog dengan Sosok yang Dirantai

Pria tersebut langsung mengajukan berbagai pertanyaan tentang keadaan dunia luar.

Ia menanyakan identitas rombongan itu, kondisi pohon kurma, keadaan Danau Tiberias (Ath-Thabariyyah), serta kabar tentang seorang nabi dari kalangan Arab yang lahir di Makkah dan berhijrah ke Madinah.

Rombongan Tamim menjawab bahwa pohon kurma masih berbuah, dan danau tersebut masih berair.

Mereka juga membenarkan bahwa Nabi dari bangsa Arab itu telah diutus, berhijrah, dan menghadapi perlawanan dari sebagian kaumnya.

Mendengar jawaban tersebut, pria yang dirantai itu kemudian menyatakan bahwa dirinya adalah Al-Masih Dajjal.

Ia menjelaskan bahwa dirinya hampir diizinkan untuk keluar dan akan berkeliling bumi selama empat puluh hari.

Ia mengaku tidak akan melewatkan satu pun negeri kecuali akan memasukinya, kecuali dua kota suci: Makkah dan Madinah.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved