Kamis, 11 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Ramadan 2026

Jejak Dajjal dan Spekulasi tentang Socotra

Pria yang dirantai itu kemudian menyatakan kepada rombongan Tamim ad-Dari bahwa dirinya adalah Al-Masih Dajjal

Tayang:
Penulis: Adi Tri | Editor: abduh imanulhaq
TRIBUNNEWS
Pulau Socotra kerap dikaitkan dengan kisah Tamim ad-Dari dan bahkan dijuluki oleh sebagian orang sebagai “Pulau Dajjal”. 

Kedua kota itu, menurutnya, dijaga para malaikat yang akan menghalanginya untuk masuk.

Setelah peristiwa tersebut, rombongan Tamim akhirnya berhasil meninggalkan pulau itu.

Tamim yang kembali lalu menceritakan pengalaman tersebut kepada Nabi Muhammad SAW, yang kemudian menyampaikan kisah ini kepada para sahabat sebagai peringatan tentang fitnah akhir zaman.

Socotra dan Julukan “Pulau Dajjal

Seiring waktu, Socotra kerap dikaitkan dengan kisah ini dan bahkan dijuluki oleh sebagian orang sebagai “Pulau Dajjal”.

Meskipun tidak ada kepastian ilmiah bahwa pulau yang dimaksud dalam riwayat tersebut benar-benar Socotra, spekulasi ini tetap hidup dalam diskusi populer.

Secara geografis dan ekologis, Socotra memang unik.

Pulau ini dikenal memiliki sekitar 200 spesies tumbuhan endemik yang tidak ditemukan di tempat lain di dunia.

Salah satu yang paling terkenal adalah pohon darah naga (dragon’s blood tree) dengan bentuk menyerupai payung terbalik.

Selain itu, terdapat pula pohon sukulen raksasa yang masih berkerabat dengan tanaman ketimun dan delima.

Sebagian besar reptil dan siput darat di sana juga merupakan spesies khas.

Menariknya, tidak ada amfibi asli di pulau ini, dan satu-satunya mamalia asli yang tercatat adalah kelelawar.

Karena keanekaragaman hayati yang luar biasa tersebut, UNESCO menetapkan Socotra sebagai Situs Warisan Dunia pada tahun 2008.

Kisah Tamim ad-Dari tentang pertemuannya dengan Dajjal menjadi salah satu narasi penting dalam pembahasan tanda-tanda akhir zaman dalam Islam.

Sementara aspek teologisnya diyakini oleh umat beriman sebagai bagian dari kabar gaib yang disampaikan Nabi, identifikasi geografis pulau tersebut tetap menjadi perdebatan.

Terlepas dari itu, cerita ini terus hidup dalam tradisi Islam sebagai pengingat akan ujian besar di akhir zaman serta pentingnya keteguhan iman dalam menghadapi fitnah. (*)
 
 

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved