Sabtu, 25 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Ramadan 2026

Selain Berhubungan Intim, Berikut Beberapa Hal yang Mewajibkan Mandi Junub di Bulan Puasa

elain berhubungan intim, berikut beberapa hal yang mewajibkan mandi junub di bhulan puasa

Penulis: Msi | Editor: muslimah
TRIBUN JATENG/Dok. Freepik/user18526052
Ilustrasi mandi. 

Selain Berhubungan Intim, Berikut Beberapa Hal yang Mewajibkan Mandi Junub di Bulan Puasa

TRIBUNJATENG.COM – Selain berhubungan intim, berikut beberapa hal yang mewajibkan mandi junub di bhulan puasa

Mandi junub atau mandi wajib merupakan salah satu cara bersuci menurut ajaran agama Islam.

Tujuan mandi junub adalah agar ibadah yang dilakukan dapat dikatakan sah atau diterima oleh Allah SWT.

Mandi junub sebaiknya dilakukan sebelum sahur. Namun jika waktunya terlalu mepet bisa sahur lebih dahulu

Baca juga: Sahur Dulu atau Mandi Junub Dulu? Penting Diketahui, Simak Penjelasan Ulama

Baca juga: Masih Bolehkah Makan dan Minum Setelah Imsak? Berikut Penjelasan Ulama

Baca juga: Apakah Berkumur Membatalkan Puasa? Bagaimana saat Berwudhu? Berikut Hukumnya

Nabi Muhammad SAW menyebutkan dalam salah satu riwayatnya yakni:

“Allah Ta’ala tidak akan menerima shadaqah dari hasil Ghulul (korupsi dari harta rampasan perang) tidak pula menerima shalat tanpa bersuci.” (HR. Abu Daud, Bab Fardhu al-wudhu Syaikh al – Albani berkata, “shahih”).

Berikut hal-hal yang mewajibkan seorang muslim baligh wajib melakukan mandi junub atau mandi wajib:

1.       Mengeluarkan Air Mani

Mengeluarkan air mani baik bagi laki-laki mauupun wanita, hal ini mewajibkan Anda untuk mandi junub untuk mensucikan diri.

Air mani yang keluar baik karena mimpi basah, melakukan hubungan suami istri, melalui mimpi basah atau dengan sengaja dikeluarkan seorang muslim wajib mensucikan diri agar ibadahnya diterima oleh Allah SWT.

Khusus untuk hubungan suam istri, sekalipun jika dalam melakukan kegiatan tersebut tidak mengeluarkan air mani baik laki-laki maupun perempuan hukumnya tetap wajib melakukan mandi junub untuk mensucikan diri.

2.       Keluarnya Darah Haid atau Nifas

Khusus bagi wanita, jika selesai mengeluarkan darah haid wajib melakukan mandi junub agar suci kembali.

Bagi wanita yang selesai melahirkan, dan menggeluarkan darah kotor atau yang biasa disebut dengan nifas juga diwajibkan untuk mandi junub dan diperbolehkan kembali melakukan ibadah seperti biasa.

3.       Kematian

Siapapun yang telah meninggal dunia, bagi umatt muslim wajib hukumnya untuk dimandikan dengan tata cara yang telah ditentukan.

Tak hanya itu, memandikan orang yang telah meninggal dunia juga memiliki tata cara khusus yang harus dilakukan dengan benar.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved