Ramadan 2026
Masjid Djauharotul Imamah Pati Sediakan Ratusan Porsi Menu Buka Puasa, Gratis dan Istimewa
Masjid ini menyajikan menu berbuka puasa yang tergolong mewah dan bervariasi setiap harinya secara gratis
Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM, PATI – Memasuki bulan suci Ramadan 1447 H, Masjid Djauharotul Imamah, Pati, Jawa Tengah, kembali menghadirkan tradisi berbagi yang memikat antusiasme warga.
Masjid ini menyajikan menu berbuka puasa yang tergolong mewah dan bervariasi setiap harinya secara gratis bagi shaimin dan shaimat (laki-laki dan perempuan yang berpuasa).
Pantauan di lokasi pada Kamis sore (19/2/2026), ratusan piring berisi nasi hangat dengan lauk garang asem ayam telah tertata rapi.
Tak hanya itu, menu pembuka atau takjil pun tergolong spesial, mulai dari teh hangat, kurma pilihan, hingga sajian ala Barat, zuppa soup.
Baca juga: Selain Berhubungan Intim, Berikut Beberapa Hal yang Mewajibkan Mandi Junub di Bulan Puasa
Baca juga: Apakah Berkumur Membatalkan Puasa? Bagaimana saat Berwudhu? Berikut Hukumnya
Sebelum berbuka, jemaah masjid mendengarkan kajian yang disampaikan oleh ketua takmir, Ustaz Sigit Sulistyo, di lantai 1 masjid.
Jemaah laki-laki dan perempuan dipisahkan oleh pembatas atau sekat di tengah-tengah.
Menjelang waktu berbuka, panitia kegiatan dengan cekatan membagikan wadah styrofoam berisi hidangan takjil kepada jemaah.
Begitu azan berkumandang tepat pukul 18.02 WIB, jemaah pun langsung membatalkan puasanya dengan menyantap sajian takjil yang telah mereka terima.
Usai bersantap takjil, mereka mengantre wudu, kemudian menunaikan salat magrib berjemaah.
Setelah salat, mereka mengantre secara tertib di halaman masjid untuk mendapatkan menu utama, yakni nasi garang asem ayam, lengkap dengan kerupuk dan tempe goreng.
Usai makan, tiap-tiap orang tampak tertib membuang sisa makanan berupa tulang-tulang ayam ke tempat sampah yang telah disediakan. Mereka juga menyusun piring, gelas, dan sendok kotor di tempatnya.
Air mineral kemasan gelas tersedia di kulkas dan bisa diambil sendiri oleh jemaah. Berdus-dus air mineral juga ditata rapi di depan kulkas, disediakan bagi jemaah yang tidak ingin minum air dingin.
Koordinator Kegiatan Ramadan Masjid Djauharotul Imamah, Hamzah, mengungkapkan bahwa pihaknya berupaya menghadirkan suasana kekeluargaan melalui masakan rumahan yang berkualitas.
Menurutnya, jadwal kegiatan di masjid ini sangat padat, dimulai dari kajian menjelang berbuka, salat magrib berjemaah, hingga buka puasa bersama.
"Untuk hari ini, kami ada takjil kurma dan zuppa soup. Untuk menu bukanya adalah garang asem," ujar dia.
| Bukan dari Arab, Inilah Sejarah Unik Halalbihalal dari Tradisi Nusantara hingga Tren Potluck |
|
|---|
| Pesta Kembang Api dan Mobil Hias Meriahkan Malam Takbiran di Kauman Semarang |
|
|---|
| Atraksi Sembur Api Jadi Magnet Kemeriahan Malam Takbiran di Kebumen |
|
|---|
| Menelusuri Jejak Sejarah dan Filosofi di Balik Tradisi Malam Takbiran |
|
|---|
| Cadangan BBM Nasional Hanya 20 Hari, Sripeni Yakin Cukup untuk Antar Warga Pulang Kampung |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20250221_pati.jpg)