Kamis, 9 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Ramadan 2026

Ngabuburit Anti Mainstream di Semarang: Anak Motor Belajar Menembak Air Soft Gun

Di sebuah lapangan tembak di kawasan tersebut, puluhan orang berdiri berjajar di balik meja. 

Penulis: budi susanto | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/budi susanto
BERSIAP - Satu di antara peserta bersiap menembak sasaran menggunakan air soft gun di lapangan tembak yang ada di Kawasan Olahraga Jatidiri Kota Semarang, Senin (9/3/2026). Para peserta tersebut merupakan pecinta otomotif yang mengisi waktu menunggu berbuka dengan cara lain. (TRIBUN JATENG/BUDI SUSANTO) 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Suara tembakan terdengar memecah udara di kawasan olahraga Jatidiri, Kota Semarang. 

Sekilas, bunyinya mengingatkan pada adegan film aksi. Namun ketika didekati, suasananya jauh dari kesan mencekam.

Di sebuah lapangan tembak di kawasan tersebut, puluhan orang berdiri berjajar di balik meja. 

Di depan mereka, berbagai peralatan tersusun rapi. Yang paling mencolok tentu saja pistol kecil berwarna hitam dan merah.

Seorang pelatih berdiri di depan, suaranya lantang memberi instruksi.

“Ini bukan senjata api. Ini senjata gas atau air soft gun khusus untuk olahraga,” jelasnya kepada para peserta.

Meski sedang menjalankan ibadah puasa, para peserta tetap fokus mendengarkan arahan. 

Mereka bukan atlet menembak, bukan pula anggota kepolisian atau militer.

Mereka adalah anak-anak motor yang memilih cara berbeda untuk mengisi waktu menjelang berbuka puasa.

Baca juga: Listrik Mati, Perampok Bersenjata Pisau Beraksi, Mbah Jawari Tak Berdaya Perhiasan Emas Dibawa Lari

Alih-alih sekadar berkumpul atau berkeliling kota dengan sepeda motor, mereka mencoba pengalaman baru,  belajar menembak menggunakan air soft gun.

Saat sesi praktik dimulai, suasana berubah semakin hidup. Beberapa peserta tampak canggung ketika pertama kali menggenggam air soft gun. Ada yang tertawa kecil, ada pula yang terlihat tegang.

Namun perlahan rasa gugup itu mencair. Satu per satu mereka mencoba membidik sasaran yang berada sekitar lima meter di depan. Suara peluru kecil yang menghantam target logam terdengar nyaring.

“Tek... tek... tek...”

Suara itu seolah menjadi irama baru di sore hari kawasan Jatidiri.

Eko, salah satu peserta yang datang dari Purworejo, mengaku baru pertama kali mencoba olahraga ini. 

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved