Ramadan 2026
Amalan Terbaik di 10 Hari Terakhir Ramadan, Biasa dilakukan Rasulullah
Berikut amalan yang dianjurkan pada sepuluh hari terakhir di bulan Ramadan
TRIBUNJATENG.COM - Berikut amalan yang dianjurkan pada sepuluh hari terakhir di bulan Ramadan.
Mari kita manfaatkan detik-detik di sepuluh hari terakhir ini dengan menumpuk pahala.
Agar seusai Ramadan kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik.
Baca juga: Sudah Imsak tapi Belum Mandi Junub, Apakah Puasanya Tetap Sah?
Baca juga: Dua Ruas Tol di Jateng Difungsionalkan Saat Mudik Lebaran
Di momen 10 hari terakhir Ramadan ini, umat Islam dianjurkan untuk melakukan berbagai amalan yang dapat menambah pahala dan menggugurkan dosa.
Ada beberapa amalan yang bisa kita contoh dari Rasulullah S.A.W.
Amalan-amalan itu sangatlah mudah dikerjakan.
Dalam Hadist Riwayat Al Bukhari, Aisyah RA pernah berkata “Ketika memasuki 10 akhir Ramadan, Nabi (Muhammad) fokus beribadah, mengisi malamnya dengan ibadah, dan membangunkan keluarganya untuk ikut ibadah” (HR Al-Bukhari).
Pada 10 hari terakhir Ramadhan ini pula, ada satu malam yang sangat istimewa dan spesial.
Malam tersebut dikenal sebagai malam Lailatul Qadar.
Malam Lailatul Qadar adalah malam kemuliaan yang penuh berkah di bulan Ramadhan, lebih baik daripada seribu bulan sebagaimana disebutkan dalam Surah Al-Qadr ayat 3.
Secara bahasa, "Lailah" berarti malam dan "Qadar" berarti ketetapan atau kemuliaan.
Sehingga Lailatul Qadar adalah malam di mana Allah menetapkan urusan takdir satu tahun ke depan serta turunnya wahyu pertama Al-Qur'an kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril.
Malam ini juga penuh dengan turunnya malaikat-malaikat ke bumi membawa rahmat dan kedamaian hingga fajar.
Oleh karena itu, di malam Lailatul Qadar ini, tak sedikit umat muslim yang berlomba-lomba mengerjakan kebaikan.
Beberapa diantaranya mengerjakan sejumlah amalan yang pernah dikerjakan oleh Rasulullah.
Satu amalan penting yang dikerjakan Rasulullah adalah beritikaf.
Hadits riwayat Imam Dailami dari Aisyah ra, Rasulullah bersabda:
مَنِ اعْتَكَفَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ (رَوَاهُ الدَّيْلَمِيُّ عَنْ عَائِشَةَ)
Artinya: Siapa yang beriktikaf (bertepatan dengan) Lailatul Qadar karena iman dan mengharap ridha Allah, maka diampuni semua dosa yang lalu (dosa kecil dan dosa besar).
Selain beritikaf, masih ada amalan-amalan lain yang dapat menggugurkan dosa.
Lalu, apa saja amalan 10 hari terakhir Ramadhan yang dapat kita lakukan? Berikut ulasannya.
Amalan di 10 hari terakhir Ramadhan
Berikut beberapa amalan utama di 10 hari terakhir Ramadhan yang diajarkan para ulama berdasarkan hadits-hadits tentang Rasulullah SAW:
1. Memperbanyak shalat malam (qiyamullail)
Menghidupkan malam dengan tarawih, tahajud, witir, dan doa panjang sampai menjelang fajar.
Dalam riwayat Aisyah RA, Nabi SAW sangat bersungguh-sungguh beribadah di 10 malam terakhir, melebihi malam-malam lainnya.
2. Mencari Lailatul Qadar dengan doa
Menghidupkan malam-malam ganjil (21, 23, 25, 27, 29) dengan ibadah lebih intens, karena besar kemungkinan Lailatul Qadar ada di malam-malam ini.
Memperbanyak doa, terutama doa yang diajarkan kepada Aisyah RA: memohon ampunan dan rahmat Allah. (Isi lafal lengkap bisa Anda ambil dari buku/ustadz setempat untuk menghindari kesalahan).
3. Memperbanyak tilawah dan tadabbur Al-Qur’an
Menambah target baca Qur’an, mengulang hafalan, dan berusaha memahami maknanya.
Bisa dijadwalkan misalnya: setelah tarawih, menjelang sahur, atau selepas subuh, supaya konsisten.
4. Sedekah dan amal sosial
Mengeluarkan sedekah harta, makanan berbuka, membantu fakir miskin, dan mendukung dakwah.
Banyak ulama menganjurkan menggabungkan qiyamullail, tilawah, dan sedekah di 10 hari terakhir agar pahala berlipat di waktu yang sangat mulia.
5. Memperbanyak dzikir dan istighfar
Membaca tasbih, tahmid, tahlil, takbir, dan shalawat, juga istighfar sebanyak mungkin sepanjang hari.
Menjaga lisan dari ghibah, debat sia-sia, dan percakapan yang tidak bermanfaat agar hati lebih bersih saat beribadah.
6. Membangunkan keluarga dan menjaga kesungguhan
Meniru kebiasaan Nabi SAW yang menghidupkan malam dan membangunkan istri-istri beliau untuk ikut beribadah.
Mengurangi tidur, memperbanyak mandi dan berhias rapi (dalam batas syariat) untuk menyambut malam-malam terakhir dengan semangat.
7. Menjaga amalan wajib dan menjauhi maksiat
Tetap menjaga shalat wajib tepat waktu, puasa dengan adabnya, dan menjauhkan diri dari maksiat mata, telinga, dan hati.
Menghindari aktivitas sia-sia (scrolling tanpa tujuan, nongkrong yang tidak perlu) agar fokus Ramadhan penutup benar-benar kuat. (tribun-medan.com)
| Bukan dari Arab, Inilah Sejarah Unik Halalbihalal dari Tradisi Nusantara hingga Tren Potluck |
|
|---|
| Pesta Kembang Api dan Mobil Hias Meriahkan Malam Takbiran di Kauman Semarang |
|
|---|
| Atraksi Sembur Api Jadi Magnet Kemeriahan Malam Takbiran di Kebumen |
|
|---|
| Menelusuri Jejak Sejarah dan Filosofi di Balik Tradisi Malam Takbiran |
|
|---|
| Cadangan BBM Nasional Hanya 20 Hari, Sripeni Yakin Cukup untuk Antar Warga Pulang Kampung |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260310_doa.jpg)