Rabu, 3 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Ramadan 2026

Sudah Imsak tapi Belum Mandi Junub, Apakah Puasanya Tetap Sah?

Sudah Imsak tapi belum mandi junub. Apakah boleh tetap berpuasa? Apakah puasanya tetap sah atau justru batal?

Tayang:
Penulis: Msi | Editor: muslimah
HO/IST/Instagram @buyayahya_albahjah
ULAMA- KH Yahya Zainul Ma'arif yang lebih akrab disapa Buya Yahya adalah pengasuh Lembaga Pengembangan Da'wah dan Pondok Pesantren Al-Bahjah yang berpusat di Cirebon.  

TRIBUNJATENG.COM – Sudah Imsak tapi belum mandi junub. Apakah boleh tetap berpuasa?

Apakah puasanya tetap sah atau justru batal?

Pertanyaan ini hampir selalu muncul setiap bulan puasa.

Baca juga: Niat, Tata Cara dan Panduan Lengkap Mandi Junub Setelah Berhubungan Intin di Bulan Ramadan

Kebingungan semacam ini wajar terjadi. Tidak sedikit umat Islam yang masih ragu dalam memahami hukum fikih, terutama pada bab thaharah atau bersuci.

Padahal, persoalan ini sebenarnya sudah lama dijelaskan para ulama.

Dalam fikih, mandi junub berkaitan dengan kondisi hadas besar. Seseorang yang dalam keadaan junub memang diwajibkan mandi sebelum menunaikan ibadah tertentu seperti salat.

Namun, puasa Ramadan tidak mensyaratkan seseorang harus sudah mandi junub sebelum imsak.

Artinya, jika waktu imsak sudah tiba sementara seseorang masih dalam keadaan junub, puasanya tetap sah.

Selama ia sudah berniat puasa dan tidak melakukan hal-hal yang membatalkan puasa, ibadahnya tetap berjalan.

Penjelasan ini juga disampaikan oleh Yahya Zainul Ma'arif, pengasuh Lembaga Pengembangan Da’wah dan Pondok Pesantren Al-Bahjah di Cirebon, yang lebih dikenal dengan sapaan Buya Yahya.

Dalam tayangan di kanal YouTube Al-Bahjah TV berjudul Mandi Junub Setelah Imsak, Sahkah Puasanya?, Buya Yahya menegaskan bahwa mandi junub setelah imsak diperbolehkan dan tidak membatalkan puasa.

“Istri melayani suami, habis itu menyiapkan sahur. Enggak sempat mandi, ya tidak apa-apa. Mandinya nanti selesai azan,” ujar Buya Yahya.

Yang perlu diperhatikan, mandi junub tetap harus dilakukan sebelum melaksanakan salat Subuh. Sebab, salat mensyaratkan kondisi suci dari hadas besar.

Buya Yahya juga mengingatkan, yang dilarang dalam puasa Ramadan adalah bersenggama di siang hari, yakni setelah azan Subuh hingga sebelum Magrib.

 Jika hal itu dilakukan dengan sengaja, maka puasanya tidak sah.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved