Selasa, 26 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Ramadan 2026

Bazar Ramadan dan Gerakan Pangan Murah Digelar di Semarang

Pemerintah Kota Semarang menggelar Bazar Ramadan dan Gerakan Pangan Murah (GPM) secara serentak di 177 kelurahan.

Tayang:
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/Idayatul Rohmah
BAZAR RAMADAN - Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng meninjau Bazar Ramadan dan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar di halaman Balaikota Semarang, Rabu (11/3/2026). Tribun Jateng/Idayatul Rohmah 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang menggelar Bazar Ramadan dan Gerakan Pangan Murah (GPM) secara serentak di 177 kelurahan.

Kegiatan ini dipusatkan di halaman Balaikota Semarang sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas harga dan membantu masyarakat menjelang Lebaran.


Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti mengatakan, pasar murah tersebut merupakan bagian dari program pemerintah kota yang digelar di 240 titik hingga menjelang Hari Raya Idulfitri.


"Pasar murah ini, nomor satu bahwa ini adalah bagian dari 240 titik pasar murah yang kita lakukan sampai dengan lebaran," kata Agustina di sela Bazar Ramadan dan GPM tersebut, Rabu (11/3/2026).


Selain menyediakan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, lanjutnya, kegiatan tersebut juga menjadi momentum konsolidasi bantuan sosial dari berbagai pihak.

Bantuan yang dihimpun dari masyarakat kemudian disalurkan kepada kelompok rentan dalam bentuk paket sembako.


Menurut Agustina, langkah ini dilakukan agar masyarakat Kota Semarang dapat menjalani persiapan Lebaran dengan lebih nyaman.

Baca juga: Jangan Keliru! Ini Perbedaan Airsoft Gun, Air Gun, dan Senjata Api Menurut Ahli


"Intinya bahwa kita berusaha membantu masyarakat menjalani tahapan dan proses persiapan menghadapi lebaran ini dengan baik," katanya.


Di sisi lain, Agustina menyebut Kota Semarang memiliki kontribusi besar terhadap inflasi di Provinsi Jawa Tengah dengan bobot sekitar 32 persen.

Sehingga, menurutnya, Pemkot akan terus berupaya melakukan pengendalian inflasi. 


"Kita paling rajin untuk proses pengendalian (inflasi).

Bagaimana caranya menurut arahan BI (Bank Indonesia Jawa Tengah) dan kemarin ada dari Pak Menko Pangan, Cara paling efektif adalah dengan menyebarkan proses gerakan pangan murah di titik yang paling kecil dan sering.

Karena itulah kita buat 240 titik gerakan pangan murah sebelum lebaran," jelasnya.


Lebih lanjut, ia juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan panic buying karena dapat memicu kelangkaan barang dan kenaikan harga di pasar.


"Harapan kita ini terkendali. Kemudian masyarakat disarankan untuk tidak melakukan panik buying, supaya proses pengendaliannya juga lebih mudah.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved