Kamis, 28 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Nasional

Beda dengan Idulfitri, Kenapa Iduladha Bisa Ditetapkan Lebih Cepat? Simak Penjelasannya

Beda dengan Idulfitri? kenapa Iduladha bisa ditentukan lebih cepat? Iduladha bahkan sudah ditetapkan sepuluh hari lalu.

Tayang:
Penulis: Msi | Editor: muslimah
TRIBUN JATENG/Idayatul Rohmah
SALAT IDULADHA - Ratusan warga memadati halaman Balaikota Semarang untuk melaksanakan Salat Iduladha, Rabu (27/3/2026) pagi. Dengan mengenakan pakaian rapi dan bernuansa muslim, masyarakat mulai berdatangan sejak subuh dan memenuhi area salat dengan tertib. 

Lebih lanjut, Indonesia memakai kriteria MABIMS untuk mengukur hilal yang menjadi tanda pergantian bulan Hijriah.

Kriteria tersebut mewajibkan bahwa hilal harus telah memenuhi imkanur rukyat (visibilitas hilal), antara lain:

  • Tinggi hilal minimal 3 derajat
  • Elongasi (Jarak sudut bulan dan matahari) minimal 6,4 derajat.

Jika belum memenuhi kriteria, hilal dianggap belum memungkinkan untuk terlihat sehingga dianggap belum berganti bulan Hijriah.

Kenapa Idul Fitri sering diumumkan mendekati batas waktu?

Hari Raya Idul Fitri jatuh tepat pada tanggal 1 Syawal. Artinya, pemerintah harus memastikan dulu kapan masuknya tanggal 1 Syawal untuk menentukan hari raya.

Masalahnya, penentuan itu dilakukan di tanggal 29 Ramadan setelah matahari terbenam, jadi hasil akhirnya memang baru bisa diumumkan di malam hari.

Berbeda dengan Idul Adha yang tidak jatuh pada tanggal 1 Zulhijjah, tapi pada tanggal 10 Zulhijjah.

Maka dari itu, yang sebenarnya ditentukan lewat sidang isbat adalah awal bulan Zulhijjah atau tanggal 1 Zulhijjah.

Begitu tanggal 1 Zulhijjah sudah diketahui, maka tanggal 10 Zulhijjah otomatis tinggal dihitung.

Itulah kenapa Idul Adha bisa diprediksi lebih awal dibanding Idul Fitri. B

BMKG sebagai lembaga yang bertugas membantu menghitung sejumlah aspek yang penting untuk mementukan pergantian bulan Hijriah.

Aspek tersebut antara lain:

  1. Posisi Bulan dan Matahari
  2. Tinggi hilal Umur bulan
  3. Lag, yaitu selisih Waktu terbenam Bulan dan Matahari
  4. Fraksi Iluminasi, yaitu bagian Bulan yang terkena cahaya matahari
  5. Cuaca dan ketebalan awan
  6. Visibilitas hilal, yaitu kemungkinan hilal terlihat 
  7. Kecerlangan langit, yaitu tingkat terang langit saat pengamatan.  

(Kompas.com)

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved