Minggu, 3 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Tanoto Foundation

Indah Mulyati, Belajar Dampingi Tumbuh Kembang Anak lewat Kelas Stimulasi

Pos Kesehatan Desa (PKD) Sumingkir, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Tegal, tampak lebih ramai dari biasanya.

Tayang:
Penulis: Raf | Editor: raka f pujangga
TRIBUN JATENG/dok Tanoto Foundation
KADER - Indah Mulyati merupakan kader sekaligus fasilitator kelas stimulasi Program SPRING Tanoto Foundation. 

TRIBUNJATENG.COM, TEGAL - Suasana Pos Kesehatan Desa (PKD) Sumingkir, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Tegal, tampak lebih ramai dari biasanya.

Anak-anak terlihat bermain sambil belajar. 

Ada yang menyusun puzzle, ada yang mulai mengenal huruf, dan ada pula yang asyik bermain bersama orang tuanya.

Kegiatan itu rutin digelar melalui kelas stimulasi dalam Program SPRING.

Baca juga: Tanoto Foundation Dorong Edukasi Stunting di Banyumas Libatkan Media

Salah satu yang aktif mendampingi adalah Indah Mulyati

Ia merupakan kader sekaligus fasilitator kelas stimulasi.

Menariknya, Indah juga ikut merasakan manfaat program ini sebagai seorang ibu, karena anaknya juga menjadi peserta dalam kegiatan tersebut.

Program SPRING dijalankan Pemerintah Kabupaten Tegal bersama Tanoto Foundation untuk mendukung tumbuh kembang anak usia 0 sampai 6 tahun.

Lewat program ini, kader dan orang tua diajak lebih memahami pentingnya stimulasi perkembangan anak sejak dini.

Indah mengaku, sebelum ikut program tersebut, ia belum benar-benar memahami apa yang dimaksud dengan stimulasi perkembangan anak.

Setelah mengikuti pelatihan, ia mulai paham bahwa banyak hal sederhana di rumah ternyata bisa menjadi bagian penting dari proses belajar anak.

“Menurut saya sangat bermanfaat karena kita jadi bisa memantau perkembangan anak-anak. Kadang ibu-ibu muda sekarang juga masih belum paham apa itu stimulasi,” ujarnya.

Ilmu yang didapat dari pelatihan itu kemudian ia praktikkan dalam keseharian.

Sebagai ibu rumah tangga yang lebih banyak menghabiskan waktu di rumah, Indah mencoba menerapkan stimulasi lewat aktivitas sederhana, seperti bermain, bernyanyi, dan mengajak anak belajar dengan cara yang menyenangkan.

Ia juga melihat perubahan pada anaknya setelah rutin mengikuti kelas stimulasi.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved