Rabu, 27 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Mitigasi Bencana, Ini Kawasan Rawan Bencana di Semarang

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang menyebut tengah melakukan upaya mitigasi bencana dengan memetakan kawasan rawan bencana.

Tayang:
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: raka f pujangga
Tribun Jateng/Idayatul Rohmah
MITIGASI BENCANA - Kepala BPBD Semarang, Endro P Martanto saat diwawancara awak media di halaman Balaikota Semarang, Kamis (11/9/2025). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang menyebut tengah melakukan upaya mitigasi bencana dengan memetakan kawasan rawan bencana di wilayah kota. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang menyebut tengah melakukan upaya mitigasi bencana dengan memetakan kawasan rawan bencana di wilayah kota.

Kepala BPBD Semarang, Endro P Martanto menjelaskan, wilayah rawan tersebut telah dimasukkan dalam Kawasan Rawan Bencana (KRB), yang meliputi tiga kategori utama yaitu rawan banjir, rawan longsor, dan rawan kebakaran.

Baca juga: BPBD Kebumen Mulai Terima Permintaan Air Bersih Dari Warga

"Kategori kita ada tiga: rawan longsor, rawan banjir, dan kawasan yang harus diwaspadai karena rawan kebakaran," jelas Endro, Kamis (11/9/2025).

Dia menjelaskan, untuk kawasan rawan banjir, wilayah pesisir utara Semarang seperti Semarang Utara, Gayamsari, hingga Genuk masih menjadi titik utama yang terdampak.

Sementara itu, daerah perbukitan seperti Candisari, Gunungpati (terutama di Sadeng), serta sebagian kecil kelurahan di Gajahmungkur diidentifikasi sebagai wilayah rawan longsor.

Adapun potensi kebakaran, menurut Endro, masih banyak ditemukan di kawasan permukiman padat.

Ia menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat terkait bahaya api, bahkan di musim hujan sekalipun.

"Nah, ini yang selalu harus kita edukasi ke masyarakat. Musim itu kan tidak diprediksi. Teledor terhadap api. Saat hujan saja ada kebakaran. 

Nah, ini tiga hal yang harus diwaspadai. Tidak membuang puntung rokok sembarangan, tidak menyalakan api sembarangan," terangnya.

Dia memaparkan, Pemkot Semarang kini juga membentuk Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) sebagai upaya mitigasi.

Baca juga: Dropping Air Bersih Baru Tiga Kali di Cilacap, BPBD Siapkan 800 Tangki Selama Musim Kemarau 2025

Disebutkan, forum ini terdiri dari 45 anggota yang berasal dari berbagai latar belakang seperti akademisi, medis, relawan, Basarnas, serta dinas-dinas terkait.

"Tugasnya membantu merumuskan kebijakan pemerintah Kota Semarang terkait mitigasi, salah satunya. Ini jangka pendeknya seperti itu. Jadi ini wadah secara resmi yang sudah ada di Kota Semarang," jelasnya. (idy)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved