Berita Semarang
Mitigasi Bencana, Ini Kawasan Rawan Bencana di Semarang
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang menyebut tengah melakukan upaya mitigasi bencana dengan memetakan kawasan rawan bencana.
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: raka f pujangga
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang menyebut tengah melakukan upaya mitigasi bencana dengan memetakan kawasan rawan bencana di wilayah kota.
Kepala BPBD Semarang, Endro P Martanto menjelaskan, wilayah rawan tersebut telah dimasukkan dalam Kawasan Rawan Bencana (KRB), yang meliputi tiga kategori utama yaitu rawan banjir, rawan longsor, dan rawan kebakaran.
Baca juga: BPBD Kebumen Mulai Terima Permintaan Air Bersih Dari Warga
"Kategori kita ada tiga: rawan longsor, rawan banjir, dan kawasan yang harus diwaspadai karena rawan kebakaran," jelas Endro, Kamis (11/9/2025).
Dia menjelaskan, untuk kawasan rawan banjir, wilayah pesisir utara Semarang seperti Semarang Utara, Gayamsari, hingga Genuk masih menjadi titik utama yang terdampak.
Sementara itu, daerah perbukitan seperti Candisari, Gunungpati (terutama di Sadeng), serta sebagian kecil kelurahan di Gajahmungkur diidentifikasi sebagai wilayah rawan longsor.
Adapun potensi kebakaran, menurut Endro, masih banyak ditemukan di kawasan permukiman padat.
Ia menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat terkait bahaya api, bahkan di musim hujan sekalipun.
"Nah, ini yang selalu harus kita edukasi ke masyarakat. Musim itu kan tidak diprediksi. Teledor terhadap api. Saat hujan saja ada kebakaran.
Nah, ini tiga hal yang harus diwaspadai. Tidak membuang puntung rokok sembarangan, tidak menyalakan api sembarangan," terangnya.
Dia memaparkan, Pemkot Semarang kini juga membentuk Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) sebagai upaya mitigasi.
Baca juga: Dropping Air Bersih Baru Tiga Kali di Cilacap, BPBD Siapkan 800 Tangki Selama Musim Kemarau 2025
Disebutkan, forum ini terdiri dari 45 anggota yang berasal dari berbagai latar belakang seperti akademisi, medis, relawan, Basarnas, serta dinas-dinas terkait.
"Tugasnya membantu merumuskan kebijakan pemerintah Kota Semarang terkait mitigasi, salah satunya. Ini jangka pendeknya seperti itu. Jadi ini wadah secara resmi yang sudah ada di Kota Semarang," jelasnya. (idy)
| Perjalanan Mella Andriani di Dunia Hospitality: Ini Bukan Sekadar Pekerjaan |
|
|---|
| Sate Padang Ajo Manih Semarang Bantah Video Viral Tusuk Sate Dicuci Dipakai Ulang: Kena Busa |
|
|---|
| Kronologi Kecelakaan Maut di Arteri Yos Sudarso Semarang, Pembonceng Motor Jatuh ke Kolong Truk |
|
|---|
| Disebut Pakai Tusuk Sate Dicuci Ulang, Penjual Sate Padang di Gajahmada Semarang Ungkap Kronologinya |
|
|---|
| Menyusuri Arus Gelap Banjir Kanal Barat, Kisah Tim SAR Cari Lansia Hanyut di Semarang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20250911_Kepala-BPBD-Semarang-Endro-P-Martanto_1.jpg)