Pertempuran Lima Hari di Semarang
Pemkot Siapkan Pembaruan Sejarah Pertempuran Lima Hari di Semarang
Sejarah Pertempuran Lima Hari di Semarang direncanakan akan dilakukan pembaruan. Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang .
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: rival al manaf
Agustina menekankan, masyarakat perlu mengetahui apa yang terjadi pada tahun itu serta alasannya.
"Ini supaya peristiwa seperti itu tidak lagi terulang," tegasnya.
Pada saat sama, Agustina juga bertemu dan mendengar langsung kesaksian dari R Soepar Soegiarno, yang merupakan saksi hidup dari Pertempuran Lima Hari di Semarang.
Soepar saat ini sudah berusia 96 tahun dan menceritakan pengalaman masa perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Kesaksian tersebut membuat suasana haru dan menjadi momen bersejarah bagi para hadirin.
"Cerita beliau tentang bagaimana Tuhan menyelamatkan keluarganya dari pembantaian tentara Jepang itu luar biasa, saya sampai merinding," kesannya.
Agustina menilai, testimoni dari pelaku sejarah seperti R Soepar Soegiarno sangat penting untuk memperkaya literasi sejarah lokal. Agustina berharap rekaman kesaksian tersebut dapat disimpan sebagai arsip berharga para generasi selanjutnya.
Menurut Agustina, kesaksian seperti ini harus didokumentasikan dengan baik.
"Karena ini bukan hanya cerita perjuangan, tetapi juga nilai kemanusiaan dan keteguhan iman yang perlu diwariskan," imbuhnya. (Adv/idy)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20251015_PERTEMPURAN-5-HARI-Peringatan-Pertempuran-Lima-Hari.jpg)