Kamis, 9 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Pemkot Semarang

Pemkot Semarang Siapkan Langkah Antisipasi Hadapi Puncak Musim Hujan

Pemkot Semarang memperketat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi pada puncak musim hujan.

Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: M Zainal Arifin
TRIBUN JATENG/Idayatul Rohmah
Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin bersama Forkompimda pada kegiatan Pengarahan Kamtibmas dan Siaga Bencana di halaman Balaikota, Jumat (28/11/2025). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang memperketat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi pada puncak musim hujan yang diprediksi terjadi pada Desember hingga Februari.

Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin menegaskan, curah hujan tahun ini diprediksi lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, sehingga seluruh sumber daya harus ditingkatkan.

Iswar menyebut dua persoalan utama yang kerap muncul saat musim hujan, yakni longsor dan banjir.

Ia mencontohkan banjir yang melanda Kaligawe serta tiga kecamatan yakni Gayamsari, Pedurungan, dan Genuk, saat hujan pertama turun beberapa waktu lalu.

"Dengan prediksi curah hujan yang lebih besar dari tahun-tahun sebelumnya, berarti kapasitas sumber daya yang harus kita siapkan juga harus berlipat-lipat."

"Baik kemampuan peralatan, tenaga/SDM, maupun aktivitas pemerintah dan masyarakat sehari-hari harus kita bergerak bersama-sama," kata Iswar seusai kegiatan Pengarahan Kamtibmas dan Siaga Bencana di halaman Balaikota, Jumat (28/11/2025).

Baca juga: Target 177 Koperasi Merah Putih, Pemkot Semarang Bangun Ekosistem Pangan Berkelanjutan

Ia juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kedisiplinan, terutama dalam mengelola sampah.

"Di sungai-sungai, kita bisa melihat bahwa terkadang ada apa tempat tidur, kulkas dan lain sebagainya ini kalau bisa dihindari," ujarnya.

Ia juga menyebutkan, BMKG sebelumnya menginformasikan pola cuaca ekstrem tahun ini diprediksi menjadi yang tertinggi dalam 30 tahun terakhir.

Dandim 0733/KS Priyo Handoyo menegaskan, upaya penanganan tidak hanya dilakukan di hilir, tetapi juga dari hulu hingga hilir aliran sungai.

Menurutnya, Kodim bersama Pemkot telah mendapat instruksi Wali Kota untuk melakukan pengawasan dan mitigasi.

"Bencana bukan milik siapa-siapa, tapi tanggung jawab kita bersama. Babinsa, Babinkamtibmas, lurah, camat, dan seluruh perangkat di bawah menjadi pionir pendampingan masyarakat," ungkapnya.

Baca juga: Pemkot Semarang Pastikan Tak Ada Lagi Guru Honorer Mulai 2026

Pendampingan itu meliputi edukasi soal pengelolaan sampah, menjaga kelancaran irigasi, hingga langkah evakuasi bila bencana terjadi.

Dandim menyebut, kejadian banjir akhir Oktober lalu menjadi pembelajaran penting bagi semua pihak untuk meningkatkan kesiapsiagaan. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved