Kamis, 23 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

DPRD Kota Semarang Ajak Ibu Rumah Tangga Rintis Usaha Mandiri

DPRD Kota Semarang mendorong masyarakat untuk mengoptimalkan program bantuan sosial guna memperkuat usaha ekonomi produktif.

Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: raka f pujangga
TRIBUN JATENG/istimewa/DPRD Kota Semarang
OPTIMALKAN PROGRAM BANSOS - Anggota Komisi D DPRD Kota Semarang, Siti Roika saat menjadi narasumber dalam Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan Dinas Sosial di Kantor Kelurahan Kudu, Rabu (25/2/2026). Ist 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -  DPRD Kota Semarang mendorong masyarakat untuk mengoptimalkan program bantuan sosial guna memperkuat usaha ekonomi produktif.

Hal tersebut disampaikan Anggota Komisi D, Siti Roika saat menjadi narasumber dalam Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan Dinas Sosial di Kantor Kelurahan Kudu, Rabu (25/2/2026).

FGD tersebut secara khusus menyosialisasikan program bantuan berupa barang perlengkapan usaha. 

Baca juga: DPRD Semarang Titip Pesan Buat Petugas Perpusda Baru: Ojo Galak-galak!

Program ini dirancang untuk membangkitkan kembali sektor ekonomi masyarakat yang terdampak tingginya angka Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sejak masa pandemi lalu.

Dalam pemaparannya, legislator yang akrab disapa Ika ini memberikan motivasi khusus kepada para ibu rumah tangga yang belum memiliki penghasilan mandiri.

Ia mengimbau agar mereka segera merintis usaha kecil guna membantu stabilitas ekonomi keluarga.

"Para istri yang belum memiliki kegiatan usaha, mulai sekarang bisa mencoba membuka usaha produktif. Hal ini penting untuk membantu ekonomi keluarga," kata Ika dalam keterangannya.

Politisi PKS itu menambahkan, langkah awal dari masyarakat sangat menentukan intervensi pemerintah ke depannya.

"Setelah usaha dimulai, Pemerintah Kota Semarang dapat masuk memberikan bantuan dalam rangka mengembangkan usaha-usaha produktif yang sudah berjalan tersebut," lanjutnya.

Selain motivasi, Siti Roika juga menyoroti potensi alam di wilayah Kecamatan Genuk yang dinilai melimpah namun belum tergarap maksimal.

Baca juga: Ketua DPRD Semarang Ingatkan Aturan Main PKL: Harus Sesuai SK Wali Kota, Bukan di Atas Saluran

Ia mencontohkan komoditas pisang yang dapat diolah menjadi berbagai produk turunan bernilai ekonomi tinggi.

"Di wilayah Kecamatan Genuk ini potensi hasil alamnya masih banyak, seperti pohon pisang yang melimpah. Bahan dasar pisang ini bisa diolah menjadi banyak produk turunan yang punya nilai jual," pungkasnya.

Melalui sinergi antara semangat masyarakat dan dukungan fasilitas dari pemerintah, diharapkan angka kesejahteraan warga di Kelurahan Kudu dan sekitarnya dapat terus meningkat. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved