Minggu, 3 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Semarang Terapkan Layanan Satu Atap TBC di 3 Puskesmas, Ini Daftarnya

Program Studi Pra-Pilot Layanan Satu Atap (One Stop Service/OSS) Tuberkulosis diterapkan di Kota Semarang.

Tayang:
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/IDAYATUL ROHMAH
LAYANAN SATU ATAP - Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng meninjau pelayanan pasien di Puskesmas Bangetayu, Kelurahan Bangetayu Wetan, Kecamatan Genuk, Semarang, Kamis (4/9/2025). Layanan Satu Atap TBC mulai diterapkan di tiga puskesmas Kota Semarang. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Program Studi Pra-Pilot Layanan Satu Atap (One Stop Service/OSS) Tuberkulosis diterapkan di Kota Semarang.

Program ini sebagai bagian upaya peningkatan layanan kesehatan primer dan percepatan eliminasi TBC di Indonesia.

Layanan ini dilaksanakan melalui kerja sama Pemkot Semarang dan Kemenkes.

Baca juga: BURUAN, Ada Promo Diskon Tiket KA 20 Persen di Semarang, Berlaku Hingga 30 September

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti menyatakan, program OSS TBC bertujuan menyediakan layanan diagnostik dan pengobatan TBC secara terintegrasi di tingkat Puskesmas.

Di Kota Semarang, layanan ini diterapkan di tiga Puskesmas.

Secara rinci yakni Puskesmas Bangetayu, Puskesmas Ngaliyan, dan Puskesmas Gunungpati.

Targetnya, mampu menjangkau 10.000 peserta melalui Cek Kesehatan Gratis Plus (CKG Plus).

"Pemilihan ketiga Puskesmas ini karena penduduknya besar, coverage-nya besar, dan angka kasusnya cukup tinggi."

"Di sisi lain karena memang Puskesmas tersebut siap."

"Karena ini proses yang belum semua, kami kira memang harus dipilih di titik-titik yang kesiapannya bagus, coverage besar, dan dokternya juga cukup banyak, serta awareness masyarakat juga banyak."

"Terakhir, penderita TB banyak," terang Agustina di sela Kick Off Pra-Pilot Layanan Satu Atap di Puskesmas Bangetayu, Kecamatan Genuk, Semarang, Kamis (4/9/2025).

Dijelaskan, program ini merupakan bagian dari upaya nasional untuk mempercepat eliminasi TBC di Indonesia, dengan target bebas TBC pada 2030. 

Baca juga: Kisah Masjid Al Muhajirin Semarang: Pintu Buka 24 Jam, Kopi dan Bantal Gratis Buat Musafir

Kota Semarang menargetkan capaian yang lebih cepat, yakni eliminasi TBC di 2028.

TBC, disebutkan masih menjadi tantangan besar di Indonesia, yang menempati urutan kedua tertinggi di dunia setelah India dan Tiongkok.

Agustina menyebutkan, jumlah kasus TBC di Kota Semarang hingga pekan ini tercatat ada 3.698 kasus.

"Melalui studi pra-pilot ini, kami bertekad memperkuat layanan kesehatan primer agar warga dapat terdeteksi lebih dini, mendapatkan pengobatan lebih cepat, dan memutus rantai penularan,” katanya.

Diterangkan, studi pra-pilot OSS TBC dilaksanakan mulai Agustus hingga Desember 2025 di dua kota yakni Semarang dan Bogor.

Melalui program ini, warga akan mendapatkan layanan Tes Cepat Molekuler menggunakan usap dahak atau usap lidah, dengan hasil pemeriksaan hanya dalam hitungan menit, dan rontgen berbasis kecerdasan buatan (AI), yang diklaim mampu membaca foto toraks secara otomatis untuk mendeteksi kelainan paru.

Adapun disebutkan, layanan tersedia di satu Puskesmas tanpa rujukan.

“Inilah yang kami sebut layanan kesehatan modern, cepat, mudah, dan gratis."

"Cukup sekali datang ke Puskesmas, masyarakat bisa mendapatkan pemeriksaan tanpa harus berpindah tempat," imbuhnya. (*)

 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved