Berita Semarang
Semarang Terapkan Layanan Satu Atap TBC di 3 Puskesmas, Ini Daftarnya
Program Studi Pra-Pilot Layanan Satu Atap (One Stop Service/OSS) Tuberkulosis diterapkan di Kota Semarang.
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: deni setiawan
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Program Studi Pra-Pilot Layanan Satu Atap (One Stop Service/OSS) Tuberkulosis diterapkan di Kota Semarang.
Program ini sebagai bagian upaya peningkatan layanan kesehatan primer dan percepatan eliminasi TBC di Indonesia.
Layanan ini dilaksanakan melalui kerja sama Pemkot Semarang dan Kemenkes.
Baca juga: BURUAN, Ada Promo Diskon Tiket KA 20 Persen di Semarang, Berlaku Hingga 30 September
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti menyatakan, program OSS TBC bertujuan menyediakan layanan diagnostik dan pengobatan TBC secara terintegrasi di tingkat Puskesmas.
Di Kota Semarang, layanan ini diterapkan di tiga Puskesmas.
Secara rinci yakni Puskesmas Bangetayu, Puskesmas Ngaliyan, dan Puskesmas Gunungpati.
Targetnya, mampu menjangkau 10.000 peserta melalui Cek Kesehatan Gratis Plus (CKG Plus).
"Pemilihan ketiga Puskesmas ini karena penduduknya besar, coverage-nya besar, dan angka kasusnya cukup tinggi."
"Di sisi lain karena memang Puskesmas tersebut siap."
"Karena ini proses yang belum semua, kami kira memang harus dipilih di titik-titik yang kesiapannya bagus, coverage besar, dan dokternya juga cukup banyak, serta awareness masyarakat juga banyak."
"Terakhir, penderita TB banyak," terang Agustina di sela Kick Off Pra-Pilot Layanan Satu Atap di Puskesmas Bangetayu, Kecamatan Genuk, Semarang, Kamis (4/9/2025).
Dijelaskan, program ini merupakan bagian dari upaya nasional untuk mempercepat eliminasi TBC di Indonesia, dengan target bebas TBC pada 2030.
Baca juga: Kisah Masjid Al Muhajirin Semarang: Pintu Buka 24 Jam, Kopi dan Bantal Gratis Buat Musafir
Kota Semarang menargetkan capaian yang lebih cepat, yakni eliminasi TBC di 2028.
TBC, disebutkan masih menjadi tantangan besar di Indonesia, yang menempati urutan kedua tertinggi di dunia setelah India dan Tiongkok.
Agustina menyebutkan, jumlah kasus TBC di Kota Semarang hingga pekan ini tercatat ada 3.698 kasus.
| Detik-detik Mencekam Tawuran Remaja Bawa Kayu 3 Meter di Semarang |
|
|---|
| Respons Wali Kota Semarang Soal Wacana Relokasi Warga Tanah Gerak Jangli |
|
|---|
| Pemkot Sebut Bakal Perbaiki Rumah Terdampak Puting Beliung Melalui Program RTLH |
|
|---|
| Cerita Pasutri Produsen Keripik Chimu, Produknya Masuk 50 Gerai Alfamart di Semarang |
|
|---|
| Biaya Haji 2026 Kota Semarang Rp86,4 Juta, Jemaah Hanya Bayar Bipih Rp53,2 Juta |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20250904-_-Wali-Kota-Tinjau-Layanan-Puskesmas-Genuk-Semarang.jpg)