Minggu, 19 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kebakaran

Kisah Putri Ceritakan Detik-detik Api Lahap 10 Rumah di Jagalan Kota Semarang

Putri (44) masih mengingat jelas detik-detik awal api melalap rumah-rumah di Kampung Bang Inggris dan Kampung Kulitan

Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG/Rezanda Akbar
BEBERSIH - Warga membersihkan rumah yang hangus terbakar di Kampung Kulitan, Kelurahan Jagalan, Semarang Tengah/TRIBUNJATENG.COM/REZANDA AKBAR D. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Putri (44) masih mengingat jelas detik-detik awal api melalap rumah-rumah di Kampung Bang Inggris dan Kampung Kulitan, Kelurahan Jagalan, Semarang Tengah, Sabtu (27/9/2025) siang. 

Saat itu ia baru saja pulang dari membeli bumbu dapur. Begitu sampai di gang kecil menuju rumahnya, ia mendapati suasana tak biasa.


“Saya baru mau masuk rumah habis beli bumbu dapur. Tahu-tahu lihat Bu Istiqomah keluar bawa barang-barang berharga dan berteriak panik. Api sudah menjulang ke atap rumahnya,” tutur Putri kepada Tribun Jateng, Minggu (28/9/2025).


Putri mengaku sempat terpaku, tak percaya api bisa sebesar itu dalam waktu cepat. Ia kemudian berusaha mendekat, tetapi suami Istiqomah segera mencegah. 


“Suaminya langsung teriak, ‘Jangan mendekat, bahaya’ Saya disuruh pergi. Namanya kebakaran kan cepat sekali merembet, saya langsung keluar,” ujarnya.


Sebelum benar-benar menjauh, Putri masih sempat berlari ke rumah tetangga sekitar. Ia memberi tahu warga agar segera keluar dan membawa barang-barang berharga. 


“Saya kasih tahu tetangga yang di belakang-belakang, suruh selamatkan diri. Saya bilang, kalau bisa bawa surat-surat penting dulu. Soalnya rumah di sini dempet, kayu semua, pasti cepat merambat,” tutur Putri.


Namun api bergerak lebih cepat dari langkah kaki warga. Angin kencang dan udara panas membuat kobaran api langsung membesar. 


“Enggak sampai setengah jam sudah habis. Api merembet ke belakang, ke kanan, kiri. Warga sempat keluarin air seadanya dari rumah masing-masing, tapi enggak bisa. Panas, panik, semua campur jadi satu,” katanya.


Putri juga menyebut saat kejadian, sebagian warga masih berada di musala untuk menunaikan salat Zuhur. 


Begitu mendengar teriakan kebakaran, mereka buru-buru pulang. 


“Banyak yang masih di musala. Begitu dengar kabar, langsung pada lari pulang. Semua cuma bisa ambil apa yang sempat,” jelasnya.


Menurut Putri, api pertama-tama melalap rumah milik Istiqomah hingga tak tersisa. 


Lalu menjalar ke rumah yang berada tepat di sampingnya.


Atap rumah lain ikut terbakar, termasuk dapur-dapur warga. 

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved