Senin, 13 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Penyebab Cuaca Semarang Labil, BMKG: Ada Gelombang Rossby dan Fenomena MJO

Seperti pagi mendung, siang panas, lalu tiba-tiba hujan deras mengguyur sore hari selama beberapa saat. 

|
Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG/Rezanda Akbar
ILUSTRASI - Seorang Forecaster di BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang saat menjelaskan kondisi cuaca di Jawa Tengah/TRIBUN JATENG/REZANDA AKBAR DM 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Belakangan ini warga Semarang dibuat bingung dengan cuaca yang berubah-ubah.

Seperti pagi mendung, siang panas, lalu tiba-tiba hujan deras mengguyur sore hari selama beberapa saat. 

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pola cuaca tak menentu itu disebabkan oleh masa peralihan musim yang sedang berlangsung dan diperkuat oleh gelombang atmosfer Rossby yang kini melintas di Jawa Tengah.


Forecaster Stasiun Meteorologi BMKG Ahmad Yani Semarang, Winda Ratri, menjelaskan, kondisi ini masih tergolong normal di masa peralihan dari kemarau ke musim hujan. 

Baca juga: BREAKING NEWS: Kereta Api Hantam Truk di Kaligawe Semarang Sore Ini, Jalur Utama Lumpuh

Kronologi Kecelakaan Truk Trailer vs Kereta Api di Kaligawe Semarang, Sopir Sempat Melompat

Suasana Lokasi Kereta Api Tabrak Truk Trailer di Perlintasan Kaligawe Semarang, Lalulintas Macet

Kronologi Sepasang Pendaki Meninggal Gancet dalam Tenda di Gunung Jawa Barat 


“Cuaca cepat berubah, tidak stabil. Sekarang Semarang sedang dalam masa peralihan,” ujarnya, Senin (21/10/2025).


Namun, kali ini ada faktor tambahan yang membuat hujan muncul lebih sering dan tidak merata yakni gelombang Rossby. 


Fenomena ini adalah gelombang udara di lapisan atmosfer atas yang bergerak dari timur ke barat dan membawa area pertumbuhan awan hujan di sepanjang lintasannya.


“Gelombang Rossby ini sedang aktif melintasi Jawa Tengah mulai hari ini sampai 23 Oktober. Saat melintas, dia membawa massa udara lembap yang bisa meningkatkan potensi hujan di wilayah yang dilewatinya,” terang Winda.


BMKG juga memantau adanya bibit siklon di barat Sumatera dan siklon tropis di barat laut Filipina, yang ikut memengaruhi pola angin di kawasan Indonesia. 


“Angin di Jawa Tengah masih dominan dari timur hingga tenggara angin musim Australia tapi dalam beberapa hari ke depan akan mulai beralih membawa uap air dari arah barat dan utara,” katanya.


Kombinasi gelombang Rossby, bibit siklon, dan fenomena Madden Julian Oscillation (MJO) diperkirakan membuat intensitas hujan di Jawa Tengah meningkat hingga tanggal 24 Oktober. 


MJO adalah gelombang cuaca besar di atmosfer tropis yang bergerak dari barat ke timur, membawa awan dan hujan.


Ketika MJO melintas di atas langit Indonesia, udara jadi lebih lembap dan potensi hujan meningkat. Saat tidak aktif, cuaca cenderung kering dan cerah.


MJO semacam denyut cuaca dunia tropis yang bikin hujan bisa datang tiba-tiba meski baru saja panas terik.


Sedangkan untuk di Semarang, hujan sementara ini masih sering terjadi pada malam hari.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved