Minggu, 26 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Warga Ramai-Ramai Ngalap Berkah dalam Tradisi Sesaji Rewanda Goa Kreo Semarang

Sejak pagi, warga berbondong-bondong datang untuk menyaksikan kirab sekaligus ikut "ngalap berkah".

Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: M Syofri Kurniawan
TRIBUN JATENG/Idayatul Rohmah
BEREBUT NASI KETHEK - Warga berebut gunungan nasi kethek dalam tradisi Sesaji Rewanda yang digelar di objek wisata Goa Kreo, Kelurahan Kandri, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, Sabtu (28/3/2026). (Tribun Jateng/Idayatul Rohmah) 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Objek wisata Goa Kreo di Kelurahan Kandri, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, kembali dipadati warga saat tradisi tahunan Sesaji Rewanda digelar, Sabtu (28/3/2026).

Sejak pagi, warga berbondong-bondong datang untuk menyaksikan kirab sekaligus ikut "ngalap berkah" dari gunungan hasil bumi dan sega kethek yang menjadi ikon tradisi ini.

Suasana meriah tampak di sepanjang rute kirab dari permukiman warga menuju kawasan wisata Goa Kreo.

Baca juga: Pembagian Kupat Jembut, Tradisi Unik yang Masih Berlangsung di Kampung Jaten Cilik Semarang

Beragam gunungan diarak, mulai dari buah, kupat-lepet, nasi kuning, palawija, hingga gunungan sega kethek.

Warga yang memadati lokasi tampak antusias menunggu momen pembagian, bahkan rela berdesakan demi mendapatkan bagian.

Yunita (29), warga Semarang Utara yang baru pindah ke Ngijo, Gunungpati, ikut meramaikan acara ini untuk kedua kalinya.

"Rasanya enak. Isinya nasi, sayur jantung pisang, dan peyek ikan asin," kata Yunita sembari menunjukkan sega kethek yang dinikmatinya.

Ia mendapatkan satu bungkus nasi kethek untuk dinikmati bersama anak dan dua saudaranya.

Meski harus berbagi dengan anggota keluarganya, Yunita mengaku senang bisa ikut ambil bagian dari tradisi yang sarat makna itu.

"Untuk ngalap berkah. Harapannya usahaku tambah lancar, terus kehidupanku tambah makmur," ujarnya.

Ketua Desa Wisata Kandri, Saiful Ansori mengatakan, tradisi Sesaji Rewanda merupakan wujud rasa syukur masyarakat atas berbagai anugerah, mulai dari kesehatan hingga kelancaran rezeki.

Selain itu, tradisi ini juga menjadi upaya melestarikan warisan leluhur yang diyakini berkaitan dengan perjalanan Sunan Kalijaga.

"Sesaji Rewanda ini dimaknai sebagai rasa syukur warga karena sudah dipenuhi pahala, kenikmatan, anugerah, kelancaran rezeki, kesehatan, dan juga kita nguri-nguri atau memetri leluhur. Kan mau tidak mau ini peninggalan dari Kanjeng Sunan Kalijaga seperti tadi diceritakan pada waktu prosesi, bahwa memang warga sini diberi tugas, diberi amanah untuk menjaga, melestarikan, merawat wilayah ini. Ya semuanya: di Waduk Jatibarang, ada Goa Kreo-nya, di situ banyak monyet-monyetnya," jelas Saiful.

Dalam legenda setempat, dijelaskan, kawasan Goa Kreo memiliki keterkaitan dengan kisah perjalanan Sunan Kalijaga saat mencari kayu jati untuk saka guru Masjid Agung Demak.

Dalam prosesnya, kawanan kera dipercaya membantu sang wali mengatasi kesulitan saat kayu tersangkut di aliran sungai.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved