Selasa, 19 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Komisi IX DPR RI Soroti Ketahanan Pangan Lokal dan MBG di Semarang

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali disosialisasikan kepada masyarakat, kali ini di Balai Diklat Keagamaan Semarang.

Tayang:
Penulis: faisal affan | Editor: muh radlis
IST
MBG - Komisi IX DPR RI soroti ketahan pangan lokal dan MBG di Kota Semarang. (dok. istimewa) 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali disosialisasikan kepada masyarakat, kali ini di Balai Diklat Keagamaan Semarang.

Program ini menjadi momentum penting dalam memperkuat komitmen bersama untuk memastikan generasi muda Indonesia tumbuh sehat, cerdas, dan berdaya saing melalui pemenuhan gizi yang berkualitas.

Kegiatan tersebut dihadiri berbagai pemangku kepentingan dari unsur pemerintah dan mitra kerja untuk memperkuat sinergi mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045 melalui pemenuhan gizi anak sekolah.

Sosialisasi MBG merupakan kerja sama antara Komisi IX DPR RI dan Badan Gizi Nasional (BGN).

Anggota Komisi IX DPR RI, Muh. Haris, selaku narasumber utama menegaskan bahwa program MBG merupakan bentuk komitmen nyata pemerintah dalam menurunkan angka stunting serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).

“Program ini bukan sekadar penyediaan makanan, tetapi langkah strategis membangun fondasi bangsa.

MBG memastikan anak-anak sekolah mendapat asupan gizi seimbang, terutama di wilayah rawan pangan.

Kami di Komisi IX berkomitmen mengawal kebijakan ini agar tepat sasaran dan memenuhi aspek keamanan pangan,” ujar Muh. Haris, Rabu (22/10/2025)

Sementara itu, Dokter Ahli Madya Annta Kern Nugrohowati menyoroti pentingnya MBG dalam mengubah perilaku makan anak sekolah.

Menurutnya, gizi yang baik menjadi langkah awal dalam menciptakan generasi yang cerdas dan sehat.

“Persoalan gizi bukan sekadar urusan kesehatan, tapi isu pembangunan manusia.

Masih banyak anak sekolah yang tidak sarapan, jarang makan sayur dan buah, serta memilih jajanan tidak sehat.

MBG hadir untuk memperbaiki kebiasaan ini agar anak-anak lebih sehat dan berprestasi,” jelasnya.

Dari sisi ekonomi, Analis Pertahanan Negara Ahli Madya BGN Ari Yulianto menambahkan bahwa MBG juga memiliki dampak signifikan terhadap penguatan ekonomi lokal.

“Program ini menciptakan permintaan baru bagi produk pangan bergizi dan membuka peluang bagi petani, nelayan, serta pelaku usaha lokal.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved