Tribunjateng Hari ini
Ribuan Ekor Ikan Mati di Morosari Demak, Prof Munasik: Harus Ada Penelitan dan Kebijakan Jelas
Guru Besar Undip, Prof Dr Ir Munasik menyorot fenomena kematian ribuan ekor ikan di perairan Morosari.
Penulis: Moh Anhar | Editor: M Syofri Kurniawan
TRIBUNJATENG.COM, DEMAK Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro, Prof Dr Ir Munasik menyorot fenomena kematian ribuan ekor ikan di perairan Morosari, Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak.
Ia menegaskan, perlunya penelitian lanjutan untuk memastikan penyebab kematian ikan.
“Saya rasa pihak terkait perlu menindaklanjuti secara cepat dalam pekan ini. Apa yang menjadi penyebab sebenarnya ikan tersebut mati, baik dari pihak Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi, maupun pengelola proyek tol,” ujarnya saat dihubungi Tribun Jateng, Minggu (30/11/2025).
Prof Munasik mengungkap empat dugaan awal penyebab matinya ribuan ikan di perairan Demak tersebut. Pertama, penurunan kadar oksigen terlarut atau Dissolved Oxygen (DO).
“Ikan itu tahu kalau ada perubahan kualitas air, mereka akan lari ke laut lepas. Tapi ada kemungkinan terjebak pada satu titik, sehingga ikan-ikan tersebut tidak bisa menyelamatkan diri dan mati,” jelasnya.
Ia menambahkan, hujan lebat yang membawa organisme organik dari daratan serta keberadaan kolam retensi dapat memperparah penurunan kadar oksigen.
“Adanya kolam retensi itu akan mengurangi sirkulasi air yang mengandung bahan organik, sehingga membuat ikan muncul ke permukaan dan mati,” katanya.
Dugaan lain adalah munculnya bau menyengat yang menandakan adanya sedimen akibat pencemaran akut.
“Pencemaran bisa datang dari mana saja. Bisa dari run off air daratan, apakah memang ada limbah konstruksi, dan sebagainya,” ujarnya.
Selain itu, tingginya nutrien setelah hujan dapat memicu ledakan fitoplankton atau alga beracun.
“Jadi ada potensi alga blooming beracun yang bisa menyebabkan racun bagi ikan sehingga menimbulkan kematian,” tambahnya.
Prof Munasik menegaskan, fenomena kematian ribuan ekor ikan ini perlu ada penanganan cepat dan kebijakan yang jelas terkait kejadian ini.
“Ini harus segera, karena bukan kejadian pertama kali. Pemerintah atau pihak terkait perlu memberi tanda titik-titik mana saja yang berbahaya bagi ekosistem ikan konsumsi agar tidak terulang kembali,” tutupnya.
Diberitakan Tribun Jateng sebelumnya, warga Morosari, Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, digemparkan dengan beredarnya video yang menunjukkan ribuan ikan mati mengambang di perairan setempat.
Fenomena ini menambah keresahan warga yang sejak lama mengeluhkan kualitas air yang terus menurun.
Ikan Mati di Pesisir Demak
ikan mati mendadak
Banjir Demak 2025
Tribunjateng.com
m syofri kurniawan
| Heri Black Irit Bicara Seusai Diperiksa KPK sebagai Saksi Kasus Bea Cukai |
|
|---|
| Eks-Wali Kota Tegal Ikmal Jaya Laporkan Kakak ke Polisi soal Penggelapan |
|
|---|
| Riza Pernah Ditendang Sapi saat Lakukan Pemeriksaan Kebuntingan |
|
|---|
| Noel Sakit Gigi Jelang Sidang Tuntutan Kasus Sertifikasi K3 |
|
|---|
| Uji Nyali Bergelantungan Turuni Tebing, Ini Keseruan Wisata Canyoneering di Curug Silancur Kebumen |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Jateng-Hari-Ini-Senin-1-Desember-2025.jpg)