Kamis, 7 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Kesenian

Festival Teater Gema 2025 Kembali Digelar, Beikut Daftar Penampilnya

Kebangkitan ekosistem teater pelajar dan mahasiswa di Jawa Tengah mulai terasa kembali setelah jeda panjang pandemi.

Tayang:
TRIBUN JATENG/Franciskus Ariel Setiaputra
Teater-  Kelompok Teater Abipraya dari SMK N 7 Semarang saat tampil di ajang Festival Gema 2025, Senin (8/12/2025) 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Kebangkitan ekosistem teater pelajar dan mahasiswa di Jawa Tengah mulai terasa kembali setelah jeda panjang pandemi.

Lima tahun tanpa ruang kompetisi membuat kebutuhan untuk mengekspresikan kreativitas di panggung semakin mendesak. 

Di tengah situasi itu, Festival Teater Gema 2025 hadir menjadi pemantik baru yang menghubungkan kembali para pelaku seni muda di Jateng. Hal itu dilakukan oleh unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Teater Gema Universitas PGRI Semarang (UPGRIS).

Mereka menjadi salah satu penggerak yang menjaga kesinambungan ruang berkesenian tersebut.

Baca juga: Berubah Konsep Layaknya Bioskop Mini: Perpustakaan Blora Kini Punya Mini Teater Senilai Rp 250 Juta

Melalui Festival Teater Gema 2025, geliat teater kembali memiliki wadah untuk berkembang mengikuti dinamika zaman dan teknologi.

Ajang tahunan yang telah berlangsung sejak 2000 ini sempat terhenti pada 2019, tepatnya vakum akibat Pandemi Covid-19. Setelah istirahat lima tahun, ajang ini kembali digelar pada 8 sampai 10 Desember 2025 mendatang.

Tahun ini, festival menghadirkan lima kelompok teater pelajar SMA/SMK, tiga grup teater mahasiswa se-Jateng, serta memilih 10 naskah monolog terbaik untuk dibukukan. Total hadiah yang diperebutkan mencapai Rp 25 juta.

Rangkaian festival dibuka pada Senin (8/12), di Lantai 7 gedung pusat Kampus UPGRIS Semarang. 

Setelah dua hari kompetisi drama dan malam penganugerahan, hari terakhir akan ditutup dengan peluncuran buku kumpulan naskah monolog terpilih.

Pada tangkai drama, penjurian dilakukan oleh Yogi Swara Manitis Aji, Apito Lahire, dan Tentrem Lestari. Sementara kurator naskah monolog adalah Asa Jatmiko.

Wakil Rektor III UPGRIS Sapto Budoyo menegaskan pentingnya festival ini sebagai ruang pembelajaran bagi mahasiswa, bukan hanya sebagai ajang pentas seni.

“Komitmen UPGRIS tidak hanya memberikan bekal hard skill, tetapi juga soft skill. Di UPGRIS ada banyak organisasi mahasiswa, dan hari ini UKM Teater Gema membuktikan kemampuan mereka memanajemen sebuah festival,” ujarnya.

Sapto menilai festival ini juga berfungsi membuka jalur regenerasi teater pelajar SMA/SMK. Sejak pertama digelar pada 2000, Teater Gema konsisten menghadirkan festival mulai tingkat kota, provinsi hingga nasional.

“Komitmen kami juga diperkuat dengan sinergi pemerintah, seperti dukungan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang,” ujarnya.

Dukungan serupa datang dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang.
Analis Informasi Kebudayaan, Hadi Susanto, menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Semarang siap bersinergi dengan kampus-kampus dalam mencetak talenta seni pertunjukan.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved