Kesenian
Festival Teater Gema 2025 Kembali Digelar, Beikut Daftar Penampilnya
Kebangkitan ekosistem teater pelajar dan mahasiswa di Jawa Tengah mulai terasa kembali setelah jeda panjang pandemi.
Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra | Editor: rival al manaf
“Kami mengapresiasi Festival Teater Gema yang sudah berlangsung sejak 2000. Ini bagian dari upaya menginvestasikan talenta-teater agar dapat tampil dan berkembang di Kota Semarang,” ujar Hadi.
Menurutnya, pembinaan seni sejalan dengan visi Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, yang mendorong ekosistem seni-budaya agar semakin kuat dan produktif.
“Kami mendorong kampus untuk menelurkan talenta kesenian sehingga ekosistem kebudayaan semakin kokoh,” terangnya.
Salah satu juri, Tentrem Lestari, menilai Festival Teater Gema berperan vital dalam memulihkan ekosistem teater pelajar Jateng setelah masa stagnasi panjang.
“Saya melihat gejala positif. Setelah pandemi dan berbagai regulasi yang membuat aktivitas seni sempat jeda, ajang ini menjadi stimulus untuk memunculkan gerakan kreatif di kalangan pelajar,” ujarnya.
Kendati demikian, ia menekankan perlunya dukungan berkelanjutan.
“Perlu effort dan dukungan semua pihak supaya makin berenergi. Pemerintah punya perhatian, meski tidak bisa disamaratakan. Di Magelang, misalnya, sanggar kami didukung untuk menggelar teater rakyat. Ini hal positif yang perlu diperluas,” katanya.
Tentrem berharap festival ini memperluas kesadaran bahwa teater merupakan medium penting bagi keseimbangan hidup.
“Seni itu penyeimbang. Teater justru mengakomodasi semua unsur seni rupa, musik, tari, semuanya ada di dalamnya,” ujarnya.
Berikut daftar peserta Festival Teater Gema 2025:
Kategori Drama Pelajar
1. Teater Abipraya - SMK N 7 Semarang
2. Teater Tetas - SMAN 1 Boja, Kabupaten Kendal
3. Teater SOD - SMK AL - Falah Moga Pemalang
4. Teater Emas - MAN 1 Tegal
5. Teater Geni - SMAN 2 Salatiga
Kategori Drama Mahasiswa
1. Teater Postma - Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi AMA Salatiga
2. Teater Kolam Kodok KoNSeP - Politeknik Negeri Semarang
3. KSK Wadas - Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang
10 Naskah Monolog Terpilih
| Kisah Sidney Siswa SMA Juara Kompetisi Tari Nasional, Tantangan Terberat Membagi Waktu Sekolah |
|
|---|
| Pameran Arsip Beyond The Notes Andi Bayou, Kisah di Balik Karya Musik |
|
|---|
| Ketika Dua Dalang dan Dua Langgam Bersatu Dalam Pergelaran Wayang Kulit 'Wisanggeni Kridha' |
|
|---|
| Apa Itu Kesenian Manongan Asal Purbalingga? Ditetapkan Sebagai Warisan Budaya Tak Benda Nasional |
|
|---|
| Komunitas Gandrung Sastra asal Pati Pentaskan Monolog dan Bedah Buku Kumcer "Jabrik" di Kudus |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20251208_Teater-Pelajar.jpg)