Minggu, 19 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Tips dan Trik

Begini Cara Evakuasi Darurat Korban Gempa, Prapto: Abaikan Semua Luka

Suasana Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang, Sidomulyo, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang.

Penulis: Reza Gustav Pradana | Editor: rival al manaf
TRIBUN JATENG/(Dok Diskominfo Kabupaten Semarang/Junaedi/istimewa)
ANGKAT KORBAN - Prapto Nugroho, Satgas BPBD Kabupaten Semarang, bersama anggota lainnya memperagakan teknik evakuasi darurat dengan mengangkat “korban” sambil menjaga posisi tubuh tetap lurus di Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, Selasa (9/12/2025). Pelatihan itu bertujuan membekali anggota Satkamling dengan kemampuan penyelamatan cepat saat terjadi bencana di lingkungan mereka.   

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN — Suasana Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang, Sidomulyo, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, berubah menjadi ruang belajar yang tegang namun edukatif, Selasa (9/12/2025). 

Di tengah lantai pendopo, seorang “korban” tergeletak. 

Tiga orang berseragam oranye, anggota BPBD Kabupaten Semarang, mengangkat tubuhnya perlahan, menjaga agar badannya tetap lurus.

Momen itu seakan memotret situasi darurat, bagaimana warga harus bergerak cepat ketika bencana terjadi. 

Baca juga: Gempa Terkini Selasa 9 Desember 2025 Siang Ini, Baru Terjadi, Info Lengkap BMKG Klik di Sini

Baca juga: Gempa Terkini Selasa 9 Desember 2025 Pagi Ini, Baru Terjadi, Info Lengkap BMKG Klik di Sini

Para anggota Satkamling dari berbagai desa, memperhatikan adegan tersebut tanpa berkedip.

Itulah contoh evakuasi korban dalam kondisi bencana, materi paling dasar, namun paling krusial.

“Misal ada korban terluka dalam kondisi darurat, prinsipnya selamatkan dulu, bawa ke titik aman dulu. 

Abaikan luka, karena bangunan bisa saja runtuh lagi atau bahaya masih mengancam,” jelas Satgas BPBD Kabupaten Semarang, Prapto Nugroho kepada Tribunjateng.com.

Menurut Prapto, evakuasi darurat berbeda dari pertolongan pada kecelakaan lalu lintas yang lebih prosedural.

“Dalam kebakaran, gempa, atau reruntuhan bangunan, tidak mungkin menunggu proses pemeriksaan lengkap. 

Prinsipnya, cepat, aman, dan langsung menjauh dari sumber bahaya,” terang dia.

BPBD juga mengajarkan teknik membawa korban ketika hanya ada satu penolong, termasuk memanfaatkan barang seadanya. 

“Masyarakat belum tentu sedia alat lengkap, jadi kami ajarkan memakai selimut, papan, atau apa pun di sekitar mereka,” imbuh Prapto.

Pelatihan tersebut digelar Polres Semarang bersama BPBD sebagai upaya meningkatkan kesiapan warga menghadapi ancaman bencana di Kabupaten Semarang.

Wilayah Kabupaten Semarang, oleh BMKG disebut masuk kategori rawan gempa, hujan ekstrem, tanah longsor, dan angin kencang, terutama memasuki puncak musim hujan akhir tahun.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved