Harimau Semarang Zoo Hilang
"Data Sudah Kami Sampaikan" Tanggapan Semarang Zoo Terkait Kabar Harimau Hilang
Manajemen Semarang Zoo memberikan tanggapan terkait isu dugaan hilangnya harimau ayang belakangan ramai diperbincangkan di media sosial.
Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: rival al manaf
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG — Manajemen Semarang Zoo memberikan tanggapan terkait isu dugaan hilangnya harimau ayang belakangan ramai diperbincangkan di media sosial.
Dalam narasi yang beredar, disebutkan jumlah harimau di kebun binatang milik BUMD Pemerintah Kota Semarang itu kini hanya tersisa empat ekor, lantaran diduga telah dijual oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Semarang Zoo, Swandito Widyotomo, memilih bersikap hati-hati saat dimintai konfirmasi dan belum memberikan keterangan secara rinci.
Baca juga: Heboh Isu Macan Semarang Zoo Dijual, Disbudpar Semarang Ingatkan: Konservasi, Edukasi dan Rekreasi
Pria yang akrab disapa Dito tersebut menyampaikan, seluruh data dan informasi terkait kondisi satwa di Semarang Zoo telah dilaporkan kepada Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti.
“Semua data sudah kami sampaikan ke Bu Wali. Untuk pernyataan lanjutan, kami masih menunggu RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham) yang akan digelar oleh Wali Kota,” ujarnya saat dihubungi, Senin (15/12/2025).
Dito menegaskan, informasi yang menyebut jumlah harimau hanya empat ekor tidak sesuai dengan fakta di lapangan.
Namun demikian, ia belum bersedia membeberkan data secara detail dan memilih menunggu keputusan resmi melalui RUPS.
“Yang jelas jumlahnya tidak seperti yang diberitakan. Saat ini kami belum bisa memberikan pernyataan lebih jauh,” katanya.
Sebelumnya diberitakan di tribunjateng.com, Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang, Samsul Bahri, juga enggan memberikan komentar mendalam terkait isu tersebut.
Menurutnya, pengelolaan dan operasional Semarang Zoo sepenuhnya berada di bawah kewenangan BUMD, sehingga bukan menjadi ranah dinasnya.
“Kalau kami masuk ke sana tidak bisa, karena itu sudah menjadi kewenangan BUMD,” ujarnya.
Samsul, yang pernah terlibat dalam pengelolaan Semarang Zoo pada 2017, menambahkan bahwa pengembangan kebun binatang idealnya berlandaskan tiga pilar utama.
“Konservasi, edukasi, dan rekreasi. Hewan harus dirawat dengan baik, ada fungsi pendidikan bagi masyarakat, dan tetap menjadi sarana rekreasi,” pungkasnya. (Rad)
| Pemkot Sebut Gratiskan 6.000 Kursi Sekolah Swasta, Wali Kota: Solusi Perluas Daya Tampung |
|
|---|
| Internasionalisasi Pendidikan Dasar, UMP Ajak Mahasiswa Asing Mengajar di SD BUMIMU Adiwerna |
|
|---|
| Perkuat Tridarma dan Inovasi, Fakultas Teknik Unsoed Gandeng UT Purwokerto Bangun Sinergi Strategis |
|
|---|
| Akademisi Doktoral Unpad yang Juga Dosen UMP Minta Pemerintah Perketat Regulasi AI |
|
|---|
| Harga Bahan Pokok Naik, Nasi Ayam Geprek pun Makin Mahal |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/darma-harimau-benggala-dari-semarang-zoo-di-trms-serulingmas-banjarnegara.jpg)