Kamis, 21 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Tribunjateng Hari ini

AKBP Basuki Jadi Tersangka Kasus Kematian Dosen Levi, Polisi Pun Ungkap Soal Hasil Autopsi

Polda Jawa Tengah menetapkan AKBP Basuki sebagai tersangka kasus kematian Dosen Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang.

Tayang:
Penulis: Moh Anhar | Editor: muslimah
TRIBUN JATENG/Bram Kusuma
Tribun Jateng hari Ini Selasa 22 Desember 2025 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Polda Jawa Tengah menetapkan AKBP Basuki sebagai tersangka kasus kematian Dosen Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang, Dwinanda Linchia Levi (35). 

Dosen Levi sebelumnya ditemukan meninggal di kostel Semarang, Senin (17/11/2025). Selepas kematian dosen hukum tersebut, polisi melakukan sejumlah penyelidikan.

Kasus ini lalu naik ke tahap penyidikan pada Selasa,25 November. 

"AKBP Basuki ditetapkan tersangka tanggal 19 Desember 2025," ujar Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto, Senin (22/12).

Penetapan tersangka AKBP Basuki dilakukan selepas gelar perkara. Dalam gelar perkara itu, penyidik Ditreskrimum telah menemukan dua alat bukti yang cukup menguatkan untuk menjerat AKBP Basuki.

Keputusan ini mewajibkan AKBP Basuki agar tetap ditahan.

Artanto menyebut, penetapan tersangka ini sudah berdasarkan alat bukti yang cukup ditambah hasil analisa penyidik.

"Penyidik tinggal melakukan pemberkasan perkara dan segera mengirimkan berkas tersebut ke Jaksa penuntut umum," bebernya.

Mantan Kepala Subdirektorat Pengendalian Massa (Dalmas) Direktorat Samapta Polda Jateng itu ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan kelalaian.

Basuki yang sekamar dengan Dosen Levi memilih tidur saat korban alami sesak nafas.

"Pasal yang dikenakan adalah pasal 359 KUHP dan pasal 306 jo 304 KUHP. Pasal 359 itu berkaitan dengan kelalaiannya pasal 306 itu karena menelantarkan orang yang membutuhkan pertolongan atau membiarkan," sambungnya.

Hasil Autopsi

Menurut Artanto, hasil dari laboratorium forensik Penyebab kematian korban dikarenakan pecahnya pembuluh darah yang menuju ke jantung.  

"Jantung atau paru-paru itu penuh dengan darah sehingga susah untuk bernafas," terangnya.

Terkait informasi dugaan aktivitas berlebihan yang dialami korban sebelum meninggal dunia, Artanto enggan memberikan keterangan lebih jauh.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved