Berita Semarang
Larang Kembang Api dan Mercon di Malam Tahun Baru, Polrestabes Semarang: Semua Izin Kami Tolak!
Polrestabes Semarang menerjunkan 1.350 personel dalam pengamanan perayaan malam tahun baru 2026.
Penulis: iwan Arifianto | Editor: raka f pujangga
TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Polrestabes Semarang menerjunkan 1.350 personel dalam pengamanan perayaan malam tahun baru 2026.
Ribuan personel tersebut disebar ke 18 pos pengamanan dan empat pos pelayanan dan satu pos terpadu.
Baca juga: Angka Kematian Akibat Kecelakaan di Semarang Meningkat: 108 Nyawa Melayang Sepanjang 2025
Mereka juga bakal dikerahkan untuk memantau pusat keramaian malam tahun baru di antaranya di Simpang Lima, Kota Lama, pusat pemerintahan dan sejumlah titik kegiatan lainnya.
"Penerjunan personel ini diharapkan kegiatan masyarakat dalam perayaan tahun baru nanti betul-betul bisa tercover dan bisa kita lalui dengan baik," kata Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Kombes Pol. M. Syahduddi saat rilis akhir tahun di Mapolrestabes Semarang, Rabu (31/12/2025).
Ia menyebut, personel bakal melakukan patroli menggunakan sepeda motor, mobil dan jalan kaki.
"Patroli jalan kaki kami terapkan di Kota lama agar wisatawan nyaman berwisata," terangnya.
Patroli tersebut difokuskan pada upaya pengamanan kegiatan masyarakat.
Syahduddi mengungkap, personel diminta melakukan penyisiran ke sejumlah lokasi rawan untuk mencegah terjadinya pesta minuman keras, balap liar maupun tindakan pidana lainnya.
"Operasi ini agar berjalan sesuai dengan harapan kita yang aman dan tertib," paparnya.
Selain melakukan patroli untuk melakukan pengamanan, kepolisian juga memantau penggunaan kembang api.
Baca juga: 2 Aktivis Semarang Dera dan Munif Ditangguhkan, Kapolrestabes: Kasus Terus Bergulir
Syahduddi meminta masyarakat untuk tetap patuh dengan menghabiskan malam tahun baru dengan perayaan sederhana demi empat kepada warga Sumatera yang masih dirundung bencana.
Tidak hanya penggunaan kembang api, ia meminta pula agar tidak menggunakan mercon, flare atau suar dan sejenisnya.
"Ya nanti personel akan bawa alat pengeras suara agar tidak menggunakan barang-barang tersebut, kami berusaha mencegah penggunaan itu, makanya semua pengajuan izin kembang api untuk perayaan tahun baru ditolak," tuturnya. (Iwn)
| Gula Darah Levi Sempat Tembus 500, AKBP Basuki Sebut Penyebab Kematian Karena Diabetes |
|
|---|
| Kota Semarang Integrasikan Sekolah Swasta Gratis dalam SPMB 2026 |
|
|---|
| RESMI, Agustina Lantik Handi Priyanto sebagai Sekda Kota Semarang |
|
|---|
| Sekolah Rakyat Permanen di Rowosari Capai 40 Persen, Tahun Ini Mulai Rekrut 270 Siswa |
|
|---|
| Benarkah Lawang Sewu Semarang Tak Ramah Kucing Liar? Ini Kata Pengelola |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20251231_-M-Syahduddi-2.jpg)