Berita Semarang
Buku Pop-up 3D Berbasis Kearifan Lokal Perkuat Literasi Murid SD di Semarang
Program penguatan literasi dan numerasi terus didorong oleh Pemerintah Kota Semarang bersama Tanoto Foundation di sekolah dasar
Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Program penguatan literasi dan numerasi terus didorong oleh Pemerintah Kota Semarang bersama Tanoto Foundation di sekolah dasar. Upaya tersebut dilakukan untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih kontekstual, bermakna, dan dekat dengan kehidupan murid.
Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui pembelajaran inovatif menggunakan buku pop-up 3D di SDN Rejosari 01 Semarang. Media pembelajaran ini dikembangkan sebagai sumber bacaan tiga dimensi bertema kearifan lokal Semarang, dilengkapi elemen visual menarik serta QR Code yang terhubung dengan konten audio untuk mendukung aksesibilitas dan pengalaman belajar siswa.
Program ini dilaksanakan dengan dukungan Tim Green Squad, kelompok fasilitator Tanoto Foundation yang terdiri atas 4 kepala sekolah di Kota Semarang, antara lain Lia Maylani Hendriyanti, S.Pd., Kepala SDN Jatisari Mijen; Susilo Adi Saputro, S.Pd., Kepala SDN Tawang Mas 02; Rustantiningsih, S.Pd., M.Pd., Kepala SDN Karang Ayu 02; serta Joko Susanto, S.Pd., Kepala SDN Gemah.
Kepala SDN Karang Ayu 02, Rustantiningsih, mengatakan pembelajaran tersebut dilatarbelakangi oleh masih rendahnya minat baca siswa, khususnya terhadap bacaan yang mengangkat kearifan lokal.
“Minat baca anak-anak terhadap cerita kearifan lokal masih rendah, sementara bacaan yang menarik dan sesuai dengan dunia anak juga masih minim. Karena itu, proyek ini menjadi salah satu inovasi untuk menghadirkan bacaan kearifan lokal yang lebih menarik di sekolah,” ujarnya.
Pembelajaran yang diterapkan di kelas V tersebut menggunakan media buku pop-up 3D yang dipadukan dengan audio, sumber bacaan digital, serta proyek praktik berbasis pembelajaran berbasis proyek. Melalui pendekatan ini, siswa tidak hanya membaca, tetapi juga belajar secara aktif, kolaboratif, dan kontekstual.
“Anak-anak mulai terbiasa belajar secara berkelompok maupun mandiri. Materi juga lebih mudah dipahami karena pembelajaran dibuat menyenangkan dan dekat dengan kehidupan mereka,” jelas Rustantiningsih.
Salah satu praktik pembelajaran yang menarik perhatian adalah kegiatan membuat nasi tempelangan, makanan tradisional yang dibungkus daun pisang. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembelajaran Bahasa Indonesia tentang imbuhan me-, sekaligus pengenalan budaya dan kearifan lokal kepada siswa.
Murid kelas V, Givano Kishan Alfariel, mengaku senang mengikuti pembelajaran tersebut.
“Hari ini aku belajar imbuhan me-. Misalnya kata bungkus menjadi membungkus. Tadi aku praktik membungkus nasi tempelangan,” kata Givano.
Selain melibatkan murid, pembelajaran ini juga menghadirkan peran orang tua sebagai narasumber di kelas. Pemanfaatan QR Code dalam buku pop-up turut memperkaya pengalaman belajar siswa melalui audio cerita, sumber bacaan tambahan, dan proyek kecil yang dapat dikerjakan secara mandiri maupun berkelompok.
Guru SDN Rejosari 01, Sri Nurhayati, mengungkapkan bahwa pendampingan dari tim fasilitator Tanoto Foundation ini memotivasinya untuk terus berinovasi dalam pembelajaran.
“Saya terdorong membuat media pembelajaran yang lebih menarik agar literasi dan numerasi siswa meningkat, serta pembelajaran terasa lebih bermakna,” ujarnya.
Sementara itu, Susilo Adi Saputro, Kepala SDN Tawang Mas 02, menjelaskan bahwa program ini tidak hanya menghasilkan buku fisik berbasis pop-up, tetapi juga buku digital yang terintegrasi dengan QR Code berisi audio, sumber bacaan, serta proyek pembelajaran.
“Kami berharap praktik baik ini tidak hanya berhenti di sini, tetapi dapat diterapkan di sekolah lain, khususnya di wilayah Kecamatan Semarang Timur dan Mijen, serta Kota Semarang,” katanya.
Melalui program ini, pembelajaran berbasis kearifan lokal diharapkan mampu meningkatkan minat baca, pemahaman konsep, serta membangun karakter siswa sejak dini melalui pengalaman belajar yang nyata, interaktif, dan menyenangkan. (*)
| Prakiraan Cuaca Kota Semarang Hari Ini Senin 11 Mei 2026: Sebagian Besar Berawan |
|
|---|
| Tanjakan Silayur Dijaga Ketat, 50 Truk Dipaksa Putar Balik Setiap Hari di Semarang |
|
|---|
| Sedekah Laut Tambaklorok, Wali Kota Semarang: Bakti Kita Kepada Laut |
|
|---|
| Aksi "Mission Impossible" ODGJ Semarang: Bobol Teralis Demi Kabur dari Rumah Singgah Among Jiwo |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca Kota Semarang Hari Ini Minggu 10 Mei 2026, Sebagian Wilayah Cerah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260112_TANOTO2.jpg)