Berita Semarang
"Timeless Harmony" Menyapa Pengunjung lewat Puluhan Lukisan, Ada Cerita di Setiap Sudut
Karya-karya seni lukis itu dipamerkan dengan tajuk "Timeless Harmony", sebagai rangkaian dari perayaan hari jadi ke-28 Grand Candi Hotel.
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: M Syofri Kurniawan
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Berjalan melintasi lobi hotel, pengunjung biasanya disambut aroma kopi atau alunan musik lembut. Namun, awal tahun ini, sentuhan berbeda terlihat di Grand Candi Hotel Semarang.
Setiap sudut ruang diwarnai dengan karya-karya seni lukis, mulai dari lobi hingga menuju area restoran.
Area lobi yang biasanya hanya menjadi tempat berlalu-lalang dan ruang transit tamu, kini juga sebagai "ruang temu" antara karya seni dan penikmatnya.
Baca juga: Sejenak "Terbang" ke Seoul, Sensasi Kuliner Korea Manjakan Lidah Warga Semarang
Karya-karya seni lukis itu dipamerkan dengan tajuk "Timeless Harmony", sebagai rangkaian dari perayaan hari jadi ke-28 Grand Candi Hotel.
Sesuai angka hari jadi hotel bintang lima berkonsep art & gallery itu, Timeless Harmony Art Expo menampilkan 28 karya seni lukis dengan 10 seniman yang karyanya ditampilkan, yaitu Annie Sofyan, Astuti Kusumo, Betto Made, Dwipo Hadi, Indira Bunyamin, Jajang R Kawentar, Monang Sitinjak, N Rinaldy, Retno Aris, dan Yulita Yoe Yoe.
Puluhan karya itu dipamerkan selama sebulan penuh, mulai tanggal 8 Januari hingga 8 Februari 2026 dan dapat dinikmati pengunjung umum tanpa tiket masuk.
"Kami berharap lukisan-lukisan ini bisa dinikmati masyarakat karena ini adalah ekspresi para seniman dalam menerjemahkan harmoni. Normalnya harmoni itu tertuang dalam seni musik, tetapi kali ini para pelukis menuangkan dalam kanvas. Selamat menikmati karya-karya para pelukis," kata General Manager Grand Candi Hotel, Julia SKB.
Tajuk Timeless Harmony digunakan pada pameran lukisan bukan semata menyamakan dengan tema hari jadi Grand Candi Hotel Semarang.
Pada karya-karya 10 seniman yang dipamerkan tersebut memuat pesan mengenai upaya menyelaraskan keseimbangan dari berbagai ketimpangan yang terjadi di dalam hidup.
Satu di antara seniman yang mengisi pameran lukisan ini, Jajang R. Kawentar mengungkapkan, tema Timeless Harmony dipilih sebagai cerminan bagi manusia untuk melihat harmoni di dalam diri.
"Manusia diberikan kemampuan memiliki sifat Penciptanya. Apa yang ada di dalam diri manusia, ada di alam semesta. Apabila tidak menemukan harmoni yang kita cari di luar sana, sebetulnya harmoni yang kita cari sudah ada di dalam diri," ungkapnya.
Pameran ini menyuguhkan karya dua dimensi dengan karakter visual yang kuat dari masing-masing seniman, mencakup berbagai aliran seperti abstrak, realisme, hingga naturalisme.
Seperti lukisan berjudul Imajinasi Kota karya Dwipo Hadi yang menceritakan tentang sebuah kota yang menjadi tempat bagi semua orang untuk berlabuh dan menikmati segala seduhan yang disajikan setiap harinya.
Lalu, karya Indira Bunyamin bertajuk Kupilih Melepas yang menceritakan mengenai kebebasan dan keringanan hati setelah melepaskan kemelekatan pada kenangan, pada orang, dan pada hal-hal yang telah berlalu.
Ada juga lukisan bertajuk Mekar karya Retno Aris yang mengisahkan tentang bunga yang mekar di antara rerumputan, melambangkan keunikan dan kecantikan yang dapat bersinar di mana saja, bahkan di lingkungan yang sederhana.
| KPK Temukan Catatan Dugaan Gratifikasi Mengalir ke Ditjen Bea Cukai saat Penggeledahan di Semarang |
|
|---|
| Jangan Asal Pilih! Ini Cara Memilih Hewan Kurban yang Sah dan Sehat Jelang Iduladha |
|
|---|
| Belum Punya SKKH, Pedagang Hewan Kurban Semarang Ngaku Tak Tahu |
|
|---|
| 6 Kasus PMK Terdeteksi di Ngaliyan dan Banyumanik Kota Semarang |
|
|---|
| Momen Berbagi Kurban 2026, Komix Herbal Usung Tema Ikhlas Berkurban, Sehatkan Momen Kebersamaan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260115_PAMERAN-LUKISAN.jpg)