Kamis, 21 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Tribunjateng Hari ini

Para Penjaja Buku Stadion Semarang Bertahan, Optimistis Masih Ada yang Suka Belanja Buku ke Lapak

Barisan lapak buku sederhana langsung menyambut begitu menyusuri Gang Stadion Timur Kota Semarang.

Tayang:
Penulis: Moh Anhar | Editor: M Syofri Kurniawan
TRIBUN JATENG
Tribun Jateng/Rahardiyan Ajie Kurniawan 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Gang Jalan Stadion Timur, Kelurahan Karangkidul, Kecamatan Semarang Tengah, tampak seperti lorong jalan pada umumnya.

Tak ada etalase kaca atau papan besar yang menandai bahwa tempat itu adalah surga kecil bagi pemburu bacaan. 

Namun, begitu melangkah lebih dalam, barisan lapak sederhana langsung menyambut.

Tumpukan buku berdiri rapat, sebagian dibungkus plastik, sebagian lagi dibiarkan terbuka dengan warna kertas yang mulai menguning.

Bau kertas tua bercampur debu jalanan. Judul-judul buku saling bertumpuk,  novel, buku pelajaran, hingga bacaan filsafat dan politik. 

Di antara tumpukan itu, dua perempuan berdiri lama.

Mereka mengamati satu per satu buku, membuka halaman, membaca sinopsis di sampul belakang, lalu mengembalikannya dengan hati-hati.

Di sudut kiri salah satu lapak, sebuah buku bersampul hijau menarik perhatian.

Judulnya tertulis besar, Sejarah dan Kesadaran Kelas karya Georg Lukacs. Salah satu perempuan, berambut sebahu, langsung mengambilnya dan menyodorkannya ke penjual.

“Ini berapa, Pak?” tanyanya, Jumat (30/01/2026).

SEPI PEMBELI - Lapak buku Kawasan Stadion Timur Semarang terpantau sepi, Senin (12/1/2025). Pedagang sekadar berharap, menunggu datangnya pembeli sembari menata barang dagangannya.
SEPI PEMBELI - Lapak buku Kawasan Stadion Timur Semarang terpantau sepi, Senin (12/1/2025). Pedagang sekadar berharap, menunggu datangnya pembeli sembari menata barang dagangannya. (TRIBUN JATENG/Rezanda Akbar D)

Lima puluh ribu, jawab penjual tanpa banyak basa-basi.

Perempuan itu mengangguk, mengeluarkan uang dari dompet, lalu memasukkan buku ke dalam tas kainnya. 

Namanya Dinda Kirana, warga Semarang yang memang sengaja datang untuk mencari buku yang akan dikoleksinya.

“Harga di sini masih terjangkau. Walaupun bekas, banyak yang langka,” ujarnya sebelum berpindah ke lapak lain.

Bagi Dinda, Jalan Stadion Timur bukan sekadar tempat membeli buku murah. Ia menjadikannya rutinitas kecil.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved