Rabu, 20 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Viral

Sopir Ambulans di Semarang Kena Prank, Ordernya Jemput Pasien Malah Disuruh Menagih Utang

Tiga ambulans dipanggil untuk jemput pasien, namun sesampainya di lokasi, ternyata palsu dan diduga berkaitan dengan penagihan utang.

Tayang:
Penulis: Dse | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/REZA GUSTAV
AMBULANS - Ilustrasi ambulans. Tiga ambulans kena prank order fiktif di Kota Semarang. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Tiga ambulans swasta di Kota Semarang terkena prank. Ketiganya menerima order fiktif.

Order pengantaran pasien itu diterima pihak admin melalui telepon dan pesan WhatsApp

Namun setibanya di titik lokasi penjemputan, sopir syok karena penghuni rumah dalam kondisi sehat dan tidak pernah menghubungi pihak ambulans.

Usut punya usut, ternyata order fiktif itu ada kaitannya dengan teror pihak penagih pinjaman online (pinjol).

Baca juga: Waspada! Buah Gigitan Kelelawar Bisa Tularkan Virus Nipah, Begini Kata Kadinkes Semarang

Sosok Anam Satpam Bank Raih Rekor MURI: Penulis Karya Ilmiah, Bergelar Magister

Aksi dugaan teror penagihan pinjaman online kembali terjadi di Kota Semarang, dengan modus order fiktif.

Kali ini, ada tiga ambulans dipanggil untuk menjemput pasien, namun sesampainya di lokasi, permintaan layanan tersebut ternyata palsu dan diduga berkaitan penagihan utang pinjol.

Peristiwa ini terjadi di kawasan permukiman Kecamatan Semarang Barat dan menjadi sorotan setelah rekaman video yang memperlihatkan deretan ambulans berhenti di satu lokasi viral di media sosial.

Admin Ambulans Antasena, Aldy (25) membenarkan kejadian tersebut.

Dia mengatakan, peristiwa itu terjadi sekira pukul 13.00 dan berawal dari order pengantaran pasien kontrol yang diterima atas nama Adi Prasetya.

“Penelepon mengaku membutuhkan ambulans untuk mengantar pasien dari Jalan Puspowarno ke RS Columbia Asia,” ujar Aldy seperti dilansir dari Kompas.com, Rabu (4/2/2026).

Menurut Aldy, pemesan mengirimkan data pasien lengkap, nama pemilik rumah, hingga titik lokasi melalui fitur berbagi lokasi WhatsApp.

Tanpa curiga, pihak ambulans bergerak cepat menuju alamat rumah seorang perempuan bernama Lia.

Namun setibanya di lokasi, tidak ada warga yang memesan ambulans.

“Kami bertemu dengan Mbak Lia, katanya dia tidak sakit,” ungkapnya.

Baca juga: Cerita Wisuda Santri Lapas Batang, Mereka Menghafal Ayat Demi Ayat di Balik Jeruji

Hipertensi Kerap Terlambat Disadari, Ini Pentingnya Pemeriksaan Tekanan Darah Berulang

Ancaman Penagihan Utang 

Saat nomor pemesan kembali dihubungi, jawaban yang diterima justru membingungkan.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved