Rabu, 22 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Semarang Punya Modal Besar Industri Wellness, Jamu hingga Spa Tradisional Siap Naik Kelas

Semarang dan Jawa Tengah memiliki posisi strategis, baik dari sisi industri, distribusi, maupun kekayaan produk wellness berbasis budaya.

Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/Rezanda Akbar D
INDUSTRI WELLNESS - Market Sounding BWB Expo 2026 di Hotel Novotel Semarang menjelaskan potensi Semarang dalam industri wellness, Kamis (5/2/2026). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Jawa Tengah dinilai memiliki modal kuat untuk mengambil peran lebih besar dalam industri wellness dan kecantikan nasional. Mulai dari jamu, produk herbal, spa tradisional, hingga layanan kesehatan berbasis kearifan lokal.

Penilaian tersebut mengemuka dalam Market Sounding Bali Wellness and Beauty Expo (BWB Expo) 2026 yang digelar di Hotel Novotel Semarang, Kamis (5/2/2026).

Managing Director BWB Expo, dr Diah Permana menyebut, Semarang dan Jawa Tengah memiliki posisi strategis, baik dari sisi industri, distribusi, maupun kekayaan produk wellness berbasis budaya.

Baca juga: Semarang Jadi Titik Temu Platform B2B Industri Percetakan dan Kemasan Jateng

BREAKING NEWS, Mesin Pengering Ompreng SPPG Krajan Banyumas Meledak, 10 Petugas Terluka

Duka Ganda Keluarga Almarhum Faik Satpol PP Kebumen, Nenek Meninggal Usai Pemakaman Cucunya

“Jawa Tengah ini luar biasa potensinya. Pabrik-pabrik jamu besar ada di sini. Seperti Sido Muncul, Konimex, dan banyak lainnya."

"Ini warisan budaya yang sudah naik kelas dan bahkan mendunia,” ujar Diah di Semarang.

Menurutnya, kekuatan industri jamu dan herbal di Jawa Tengah bisa menjadi pintu masuk bagi daerah untuk tampil lebih menonjol dalam peta ekonomi wellness nasional maupun global.

“Grup besar ini bisa menginspirasi pelaku usaha yang lebih kecil untuk ikut naik kelas. BWB Expo kami siapkan sebagai wadah showcase bersama,” katanya.

Selain industri jamu, Diah juga menyoroti potensi wellness lain di Jawa Tengah, mulai dari spa tradisional, produk perawatan tubuh, hingga pola hidup sehat berbasis kuliner lokal.

“Kalau bicara makanan sehat, tidak melulu salad. Di Jawa Tengah ada lalapan, gado-gado, jamu, semua itu sehat dan punya cerita,” ujarnya.

Ekonomi wellness kini menjelma menjadi salah satu mesin pertumbuhan ekonomi global, melampaui sekadar tren gaya hidup sehat. 

Nilainya yang terus meningkat membuka peluang besar bagi daerah dengan kekuatan produk berbasis kesehatan dan kearifan lokal, termasuk Jawa Tengah.

Berdasarkan data Global Wellness Institute, nilai ekonomi wellness global mencapai sekitar USD 6,8 triliun dan diproyeksikan terus tumbuh hingga mendekati USD 9 triliun pada 2029, dengan rata-rata pertumbuhan 7,6 persen per tahun.

Pertumbuhan tersebut didorong oleh meningkatnya minat masyarakat terhadap perawatan diri, kesehatan mental, pengobatan tradisional, hingga layanan wellness berbasis pengalaman.

Di kawasan Asia Tenggara, Indonesia menjadi kontributor terbesar ekonomi wellness dengan nilai sekira USD 55,8 miliar, sekaligus masuk tujuh besar di kawasan Asia-Pasifik. 

Kondisi ini menempatkan Indonesia, termasuk Jawa Tengah, pada posisi strategis dalam peta ekonomi kesehatan global.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved